Berita Solo Terbaru

Insiden Mahasiswa UNS Solo Meninggal saat Diklat, Aktivis Minta Menwa Dibekukan

Kasus meninggalnya mahasiswa UNS setelah mengikuti Diksar Menwa menjadi sorotan. Mahasiswa asal Karanganyar, berinisial GE meninggal dunia saat diklat

Tayang:
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Aktivis hukum sekaligus Pengacara Badrus Zaman. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kasus meninggalnya mahasiswa UNS setelah mengikuti Diksar Menwa menjadi sorotan. 

Mahasiswa asal Karanganyar, berinisial GE meninggal dunia saat mengikuti acara tersebut. 

Aktivis sekaligus mantan Ketua Peradi Solo, Badrus Zaman mengatakan, kegiatan Resimen ini harus belajar dari pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Lima Tuntutan BEM SV UNS Terkait Kasus Mahasiswa Meninggal saat Diklat Menwa: Transparansi Informasi

Baca juga: Tunggu Hasil Autopsi Mahasiswa UNS yang Meninggal saat Diklat Menwa, Keluarga : Serahkan ke Polisi

"Resimen mahasiswa UNS tidak mau belajar kejadian dulu. Karena dulu pernah terjadi penganiayaan saat Diklat Menwa," katanya, Selasa (26/10/2021).

Kejadian tersebut harusnya dijadikan evaluasi, baik dari pihak kampus maupun dari penyelenggara kegiatan. 

Namun dengan kejadian yang terulang lagi, Badrus menilai, Menwa harus dibekukan sementara. 

"Menurut saya, untuk sementara waktu Menwa UNS harus dihentikan, karena kejadian terus terulang," ujarnya.

Baca juga: Isak Tangis Ibunda Pecah, Lihat Peti Jenazah Anaknya Meninggal saat Diklat Menwa UNS Akan Dimakamkan

Evaluasi tak hanya dilakukan dilakukan pada kampus yang telah terjadi kasus saja, namun semua kampus di Indonesia. 

"Menteri Pendidikan harus melakukan evaluasi kejadian ini, tak hanya di UNS, tapi semua kampus. Agar kejadian ini tak terulang lagi," pugnkasnya. 

Pernyataan Sikap BEM UNS

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS turut menyatakan sikap usai meninggalnya salah satu mahasiswa saat mengikuti Diklatsar Menwa.

Seperti diketahui, GE, mahasiswa D4 Prodi K3 meninggal dunia saat mengikuti Diklatsar Menwa.

Presiden BEM UNS, Zakky Musthofa Zuhad, mengatakan bahwa dari beberapa pihak yang mereka mintai konfirmasi, ada temuan perbedaan informasi yang dirasa janggal.

Baca juga: Imbas Mahasiswa Meninggal saat Diklat Menwa, Rektorat UNS Hentikan Semua Kegiatan Organisasi Kampus

Baca juga: Ini Sosok Mahasiswa UNS yang Meninggal saat Ikut Diklat Menwa : Orangnya Baik & Aktif Berorganisasi

"Misalnya kronologi yang diketahui kampus katakanlah sempat kesurupan dan sebagainya. Namun dari teman-teman meyakini bahwa itu kejang-kejang, misalnya itu," kata dia, Selasa (26/10/2021). 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved