Berita Boyolali Terbaru

Waspada Bencana Erupsi - Banjir di Boyolali, Pemkab Gelar Apel Siaga: Cek Alat dan Kendaraan

Bertepatan dengan erupsi besar gunung Merapi tahun 2010 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar Apel Siaga Bencana.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar Apel Siaga Bencana, di Alun-alun Kidul Boyolali, Selasa (26/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Bertepatan dengan erupsi besar gunung Merapi tahun 2010 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali menggelar Apel Siaga Bencana, di Alun-alun Kidul Boyolali, Selasa (26/10/2021).

Apel siaga bencana ini sebagai upaya antisipasi bencana erupsi gunung Merapi yang saat ini masih dalam status siaga.

"Kebencanaan gunung Merapi masih harus dilakukan antisipasi," kata Bupati Boyolali, M Said Hidayat usai Apel.

Baca juga: Ada Lima Laporan Pinjaman Online di Boyolali, Kerugian Capai Rp 400 Juta

Baca juga: Fantastis! 5 Orang di Boyolali Terjerat Pinjol, Harus Bayar Utang dan Bunga Hampir Setengah Miliar

Menurut Said selain potensi erupsi gunung Merapi, potensi bencana lain juga perlu diwaspadai.

Dibutuhkan kesiapan dari para relawan dan TNI Polri dalam menghadapi bencana tanah longsor di Boyolali yang biasa terjadi saat hujan lebat.

Seperti di wilayah lereng Merapi, Merbabu dan daerah Boyolali utara.

Baca juga: Wisata Hits di Boyolali : Bale Rantjah Park Sawit, Cocok Buat Nyantai Layaknya Pantai Berpasir Putih

"Akhir-akhir ini, hujan lebat tiba-tiba datang. Maka potensi titik-titik rawan longsor dan lain sebagainya perlu kewaspadaan dari kita semua," ujar Said.

Selain ada wilayah yang cukup rawan terjadi longsor, sejumlah wilayah lain di Boyolali juga rawan terjadi banjir.

Seperti di Kemusu dan Ngemplak ada sejumlah desa yang terbilang rawan banjir.

"Apel ini sebagai upaya untuk membangun komunikasi antar elemen yang ada di kabupaten Boyolali. Walaupun harapan doa kita, bencana itu tidak terjadi," kata Said.

Baca juga: Kondisi Gas Melon di Boyolali Langka: Begitu Datang, Langsung Habis Diburu

Said menambahkan apel siaga bencana ini juga untuk mengetahui kondisi seluruh paralatan yang dibutuhkan dalam operasi kemanusiaan.

"Alhamdulillah seluruh alat, baik kendaraan dan lain sebagainya berfungsi baik dan bisa digunakan untuk melakukan penanganan bencana di Boyolali," ujarnya.

Sementara, Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond menambah pihaknya telah menyiagakan sedikit 30 personel untuk membantu penanganan bencana di Boyolali.

Baca juga: Kondisi Gas Melon di Boyolali Langka: Begitu Datang, Langsung Habis Diburu

"Penanganan bencana di Boyolali tidak bisa dilakukan Polri saja. Harus sinergi antar elemen yang ada," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabessy.

Meski saat ini baru disiapkan 3 pleton pasukan untuk penanganan bencana ini, namun jika dibutuhkan personel yang banyak, seluruh prajurit di Kodim 0724/Boyolali siap diterjunkan.

"Kalau dibutuhkan personel yang banyak. Prajurit TNI hingga tingkat Koramil siap diterjunkan," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved