Berita Boyolali Terbaru

Babak Baru Warga Sawit Boyolali : Rumah Semasa Kecil Diratakan Tanah, Demi Proyek Tol Solo-Jogja

Permukiman warga terdampak Tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali mulai dibongkar.

Tayang:
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Tri Widodo
Permukiman warga terdampak Tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali mulai dibongkar, Selasa (2/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Permukiman warga terdampak Tol Solo-Jogja di Dukuh Klinggen, Desa Guwokajen, Kecamatan Sawit, Kabupaten Boyolali mulai dibongkar.

Satu persatu rumah warga mulai dibongkari sendiri, meski masih ada yang belum bebas sepenuhnya lantaran permasalahan administrasi.

Padahal, sebelumnya warga disana belum mau membongkar rumahnya sebelum seluruh pembayaran uang ganti rugi (UGR) tuntas.

Selain itu, warga juga minta waktu pengosongan rumah minimal 3-6 bulan sejak dibayar.

Baca juga: Ramai-ramai Warga Sawit Diguyur Rp 52 Miliar dari Tol Solo-Jogja, 1 Orang Ada yang Dapat Rp 3 Miliar

Baca juga: Pria Mengaku Petugas PLN di Sawit Boyolali, Tipu Warga Rp 1,1 Juta: Modus Pasang Listrik Baru 

Namun, baru sekitar 1,5 bulan sejak pembayaran UGR pada pertengahan bulan September lalu, warga sudah sudah diminta membongkar rumahnya masing-masing.

Meski sudah ada yang mulai melakukan pengosongan, namun masih ada beberapa warga yang menempati rumahnya lantaran rumah yang baru belum selesai dibangun.

Widodo, salah satu pemilik rumah masih melakukan pembersihan rumah yang sudah dihuni puluhan tahun lamanya.

"Ini kebetulan rumah kakak saya, dan saat ini baru proses pindahan," terang dia kepada TribunSolo.com, Selasa (2/11/2021).

Beberapa anggota keluarga lain juga masih terlihat melakukan aktivitas biasa di dalam rumah.

Hanya saja, sebagaian besar perabot atau material rumah yang masih bisa dipakai sudah dibongkar.

"Yang kami bongkar rumah belakang dulu yang merupakan sebuah kandang puyuh," katanya.

Material seperti kayu usuk, padak hingga genting telah diturunkan dari atap.

"Yang masih bisa dipakai, diperbolehkan untuk diambil," ucapnya.

Dia menyebut sudah hampir 2 pekan ini dia membantu untuk beres-beres rumah. Meskipun masih beberapa yang menempati rumahnya.

Baca juga: Viral Kartu Tol Kadaluarsa Padahal Ada Isinya, PT JSN : Durasi Banyumanik - Colomadu Melebihi Batas

Baca juga: Tak Dicaplok Semua Lahannya, Warga Manjungan Klaten Tolak Musyawarah Ganti Rugi Lahan Tol Solo-Jogja

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved