Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Kata Eks Aktivis UNS soal Dua Tersangka Tak Diberi Sanksi : Harus Ada Rasa Kemanusiaan untuk Korban

Nasib dua mahasiswa UNS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Gilang Endi Saputra masih buram.

TribunSolo.com/Septiana Ayu
Jenazah GE yang meninggal saat diklat Menwa UNS di rumah duka Dusun Keti, Desa Dayu, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Senin (25/10/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nasib dua mahasiswa UNS yang diduga melakukan penganiayaan terhadap Gilang Endi Saputra masih buram.

Terlebih Rektor UNS, Jamal Wiwoho belum bisa memastikan apakah NFM dan FPJ dikeluarkan dari kampus atau tidak.

Mantan aktivis UNS yang kini Koordinator Wilayah Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Jawa Tengah, Badrus Zaman menilai rektorat kampus harus bersikap tegas.

"Kalau kampus mau memberi sanksi, misal menonaktifkan menurut saya tidak persoalan. Tinggal bagaimana civitas akademik," kata dia kepada TribunSolo.com, Sabtu (6/11/2021).

Baca juga: 5 Fakta Penetapan Tersangka Kasus Diklat Menwa UNS : Ada 2 Orang, Ayah Gilang Hadiri Pengumuman

Baca juga: Ditinggal Gilang Selamanya, Sosok yang Tewas di Diklat Menwa UNS, Keponakan Mengigau Panggil Namanya

Menurutnya, itu semua tergantung kebijakan kampus, entah akan melimpahkan semua ke ranah hukum atau ada pembelaan ke mahasiswanya.

Untuk itu menurutnya juga, kampus harus jelas dalam bersikap, entah itu memberikan pembelaan ke tersangka ataupun korban.

"Karena ini sampai ada korban meninggal, menurut saya harus ada rasa kemanusiaan pada korban," jelasnya.

Keputusan Rektor

Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho turut hadir saat pengumuman tersangka kasus tewasnya Gilang Endi Saputra (20) saat diklat Menwa.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved