Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Wonogiri Terbaru

Luweng di Pracimantoro Wonogiri: Rumahnya Makhluk Halus Hingga Tak Ada Warga yang Berani Masuk

Dari beberapa luweng yang telah sukses difungsikan lagi itu, masing-masing luweng punya ceritanya. Salah satunya dengan melibatkan orang 'pintar'

Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Penampakan Luweng Melikan, Dusun Punung, Desa Jatirejo, Giritontro, Wonogiri 

"Jadi memang ritual warga beda-beda ya. Kalau tim saya pas datang berdoa. Kan biasa kalau kita berada di tempat-tempat baru harus kulonuwun," tambahnya. 

Deteksi Luweng dengan Geolistrik.

Kata 'luweng' menjadi viral di mana-mana setelah muncul di Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri.

Bahkan luweng atau lobang di tanah yang bisa sewaktu-waktu amblas sendirinya sehingga wilayah tidak kebanjiran di Wonogiri itu, belum ketemu.

Meski warga di sana sudah mengacak-acak pakai alat berat bahkan sampai menggali 10 meter.

Lantas bagaimana mencari atau mendeteksi keberadaan luweng?

Baca juga: Penjelasan Ahli Tentang Luweng : Lobang Air di Wonogiri yang Dicari dan Libatkan Orang Pintar

Baca juga: Jadi Biang Kerok Banjir di Pracimantoro, Upaya Normalisasi Luweng Terkendala Pencarian

Dosen Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Eko Haryono membeberkan cara untuk mendeteksi luweng.

Eko menyebutkan, salah satu cara untuk mendeteksi luweng yakni menggunakan metode geolistrik.

"Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika untuk mengetahui perubahan jenis lapisan batuan di bawah permukaan tanah," terangnya kepada Tribunsolo.com, Senin (15/2/2021).

"Cara mengalirkan arus listrik DC (direct current) yang mempunyai tegangan tinggi ke dalam tanah," ujarnya membeberkan.

Meski begitu metode geolistrik DC hanya mampu mendeteksi luweng dengan kedalaman maksimal 20 meter.

"Metode tersebut baru bisa sampai 20 meter saja," tuturnya.

Untuk luweng yang punya kedalaman 100 meter, lanjutnya, harus menggunakan metode geolistrik dua dimensi.

"Selain itu juga butuh kabel yang panjang untuk bisa mendeteksi mulut luweng kedalaman 100 meter."

"Yang punya alatnya juga tidak banyak," imbuhnya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved