Berita Boyolali terbaru
Kunjungi Boyolali, Danrem 074 Warastratama Ingatkan Potensi Bencana Banjir dan Longsor
Memasuki musim penghujan ini, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin mengingatkan agar warga waspada dengan bencana banjir dan longsor.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Memasuki musim penghujan ini, Danrem 074/Warastratama Kolonel Inf Rudy Saladin mengingatkan agar warga waspada dengan bencana banjir dan longsor.
Peringatan ini diberikan untuk warga di Solo Raya.
Kolonel Inf Rudy Saladin mengatakan, potensi bencana di Solo Raya ini semuanya perlu diwaspadai seperti banjir dan longsor.
Baca juga: Gol Bunuh Diri Eric Bailly, Awal Bencana & Rekor Minor MU di Derby Manchester: Pertahanan yang Buruk
Baca juga: Viral Perempuan Asal Jepara Lukis Wajahnya Soal Bencana di Indonesia, Begini Cerita Selengkapnya
Dia mencontohkan, kasus terbaru di Karanganyar ada korban meninggal akibat longsor.
Potensi bencana alam lainnya juga terjadi di Solo, Boyolali, Sragen, Sukoharjo dan Klaten.
Untuk itu, pihaknya perlu memastikan rencana kontigensi (Renkon) yang telah disusun oleh masing-masing Pemerintah daerah (Pemda) di Solo Raya berjalan baik.
Baca juga: Kunjungi Lokasi Bencana Banji Bandang di NTT, Jokowi Pimpin Imam Shalat Ashar Jamak
“Dalam situasi saat ini masuk musim hujan, ancaman bajir dan tanah longsor. Selain itu erupsi gunung Merapi ada di beberapa kabupaten," jelas Rudy usai pengecekan pasukan, dalam apel latihan simulasi penanggulangan bencana alam di Alun-alun Kidul, Kantor Pemkab Boyolali, Kamis (11/11/2021).
Menurut Rudy, simulasi ini untuk melatih dan menguji rekon yang disusun Pemda Boyolali.
Setelah itu akan dievaluasi apakah rekon aplikatif tersebut perlu direvisi, diupdate, penambahan perlengkapan dan lainnya.
Baca juga: Bantu Korban Bencana, Kelompok Suporter Persis Solo Gelar Aksi Donasi, Terkumpul Rp 21 Juta
Sehingga ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua komponen siap melakukan sesuai tugasnya.
Tak hanya bagi petugas saja, kesiapan warga masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana alam juga sangat penting.
Makanya, simulasi penanggulangan bencana alam tanah longsor ini berlangsung di Desa Kendel, Kemusu yang awalnya hanya 40 personil gabungan, ditambah dengan 150 orang warga sekitar.
Simulasi ini juga menerapkan penanganan bencana, mulai dari tahap waspada, siaga hingga tanggap darurat bencana.
"Lalu akan disimulasikan pendirian posko lapangan, dapur lapangan, tenda pengungsi. Dan semua tugas itu dilakukan sesuai fungsinya, siapa yang mengevakuasi, siapa yang menyiapkan tenda dan lainnya. Termasuk yang memenuhi logistik pengungsi," jelasnya.
Baca juga: Darurat Bencana, ACT Solo Siapkan Logistik untuk Kapal Kemanusiaan, Begini Cara Warga Ikut Membantu
Sementara itu, Wabup Boyolali, Wahyu Irawan mengatakan, apel siaga gelar pasukan untuk kesiapsiagaan bencana yang berfokus pada penanganan tanah longsor di Desa Kendel, Kemusu.
Dia mengaku persiapan oleh Pemkab Boyolali sudah dilakukan.
Baik BPBD dibantu TNI Polri membantu dalam mengamankan dan mengevakuasi warga yang terdampak. Kesiapan itu sudah diaplikasikan saat bencana puting beliung di Juwangi.
"Tentunya kita tidak berharap ada bencana alam. Tapi apabila sewaktu-waktu ada bencana, masyarakat sudah paham apa yang harus dilakukan," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bencana-boyolali-longsor.jpg)