Berita Klaten Terbaru

Bukan Kaleng-kaleng, Warga yang Terima Uang Tol Solo-Jogja Borong 20 Mobil, Mulai Rush hingga Innova

Pencairan uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja, bagaikan hamparan gula yang mengundang semut.

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
Tribunnews/Lendy Ramadhan
ILUSTRASI : Deretan mobil keluaran Toyota saat Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 yang digelar di gedung ICE, BSD, Tangerang, Banten, (11-21/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Pencairan uang ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja, bagaikan hamparan gula yang mengundang semut.

Maka di berbagai kesempatan, banyak sales di antaranya mobil yang berdatangan untuk mencoba peruntungan.

Terlebih mereka yang menerima uang ganti rugi Tol Trans Jawa itu, tak sedikit yang kaya mendadak karena mendapatkan miliaran rupiah.

Bahkan meski pandemi, banyak di antara mereka yang terdampak tetap memborong mobil.

Realita ini terungkap dari penuturan sales saat berada di lokasi pembayaran ganti rugi Tol Solo-Jogja di GOR Kalimosodo, Desa Senden, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten.

Baca juga: Siap-siap Jadi Miliarder! Warga Ngawen Klaten Terdampak Tol Solo-Jogja Bakal Diguyur Rp 650 Miliar

Baca juga: Kisah Sadino di Klaten, Jadi Miliarder Proyek Tol Solo-Jogja, Langsung Bangun Musala untuk Petani

Grup Leader Toyota Nasmoco Klaten, Anton Setyo Nugroho mengaku, selama beberapa waktu ini dia bersyukur barang yang ditawarkannya ludes.

"Selama pencairan ganti rugi proyek Tol Solo-Jogja, dari 4 kecamatan yang kami didatangi, ada sekitar 20 unit yang sudah dipesan," aku dia kepada TribunSolo.com, Rabu (17/11/2021).

Bahkan dia mengungkapkan, mobil yang dipesan warga terdampak Tol Solo-Jogja bukan jenis sembarangan, karena harga di atas Rp 300 Juta.

"Mobil yang dipesan minimal Toyota Rush hingga Innova," terang dia.

Anton mengungkapkan alasan melancarkan strategi penjualan kepada warga terdampak karena terinspirasi dari peristiwa di Kabupaten Tuban.

Saat itu, ada warga satu kampung yang berbondong-bondong membeli mobil ke dealer sehingga sah-sah saja menawarkan kepada orang yang mempunyai uang.

"Atas dasar itulah, menjadi semangat kami untuk menawarkan ke mereka," ujarnya.

Dia menyebutkan, mereka yang memesan mobil bahkan langsung membayar langsung secara cash atau tunai.

"Sementara sisanya dengan sistem kredit," terang dia.

Baca juga: Babak Baru Warga Sawit Boyolali : Rumah Semasa Kecil Diratakan Tanah, Demi Proyek Tol Solo-Jogja

Baca juga: Kecelakaan Tol Solo-Ngawi di Sragen: Avanza Seruduk Truk Tronton, 1 Orang Tewas

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved