Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Ternyata Oh Ternyata, Pelaku Perampokan Eks Satpam Gudang Rokok Serengan Solo, Baru 2 Bulan Dipecat

Pelaku perampokan yang menggondol uang ratusan juta dan menghabisi nyawa satpam adalah bekas karyawan di gudang distribusi rokok itu sendiri.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat jumpa pers di Mapolresta, Senin (22/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pelaku perampokan yang menggondol uang ratusan juta dan menghabisi nyawa satpam adalah bekas karyawan di gudang distribusi rokok itu sendiri.

Gudang berada di Jalan Brigjen Sudarto, Kelurahan Joyatakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

Pelaku RSMN alias S warga Desa Sembukan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri adalah bekas pecatan satpam di gudang tersebut.

"Baru dua bulan dipecat karena tindakan indisipliner," ungkap Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat jumpa pers di Mapolresta, Senin (22/11/2021).

Jenazah satpam di dalam kantong karena dibunuh rampok di gudang rokok di Jalan Brigjen Sudarto nomor 220, Kelurahan Joyatakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Senin (15/11/2021).
Jenazah satpam di dalam kantong karena dibunuh rampok di gudang rokok di Jalan Brigjen Sudarto nomor 220, Kelurahan Joyatakan, Kecamatan Serengan, Kota Solo, Senin (15/11/2021). (TribunSolo.com/Dok Polisi)

Baca juga: BREAKING NEWS : Ditangkap, Perampok Gudang Rokok Solo yang Sikat Uang Rp 300 Juta & Tewaskan Satpam

Baca juga: Alasan Kapolresta Solo, Duga Ada Keterlibatan Orang Dalam saat Perampokan Gudang Rokok Serengan

Adapun motif pelaku menurut Ade, karena kebutuhan dan dendam dengan tempat dia bekerja dan temannya yang juga sesama satpam.

Teman tersebut adalah korban Suripto (33) warga Wonosegoro, Kabupaten Boyolali yang merupakan sesama satpam di gudang tersebut.

"Untuk motif ekonomi ditunjukkan melakukan aksi pencurian oleh tersangka dan motif dendam direncanakan sebelumnya oleh tersangka sehingga menghabisi korban," ujarnya.

Terkait rekam jejak pelaku lanjut dia, tidak taat bekeraja di gudang rokok sehingga sering tidak kerja dan meminta Korban untuk mengantikan piket.

"Nah korban melaporkan ke managemen itulah, yang membuat korban sering diancam oleh tersangka dan berujung pembunuhan saat aksinya," katanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved