Breaking News:

Berita Solo Terbaru

Tribunnews dan BI Solo : Sepakat Mengawal Tren Ekonomi di Solo Raya dari Segala Sektor

Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo blak-blakan membuka tren ekonomi di Solo Raya selama pandemi Covid-19.

TribunSolo.com/Fristin Intan
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Nugroho Joko Prastowo menerima kunjungan Tim Redaksi Tribunnews yang diwakili oleh General Manager Bisnis Tribunnews M. Taufiq Zuhdi dan General Manager Tribunnews, Yudie Thirzano, serta Manager Tribunnews Suut Hamdani, Selasa (23/11/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Fristin Intan Sulistyowati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo blak-blakan membuka tren ekonomi di Solo Raya selama pandemi Covid-19.

Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo mengatakan, pertumbuhan ekonomi Solo Raya disebut baik karena hanya terkontraksi 1,58 persen pada 2020 saat pandemi menggempur.

Dia menyebut, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terkontraksi 2,65 persen dan nasional minus 2,07 persen.

"Diperkirakan tren positif ini akan semakin naik, beriringan dengan pemberdayaan dan pengelolaan perekonomian di masyarakat hingga akhir tahun 2021 ini," ungkap dia saat pertemuan dengan Tim Redaksi Tribunnews di KPw BI Solo, Selasa (22/11/2021).

Baca juga: Tak Hanya Gugat Ibu Kandungnya Sendiri, Dua Anak Gugat Banyak Pihak, Beginilah Reaksi BPN Boyolali

Baca juga: Uang Palsu di Boyolali Lebih Halus & Nyaris Sama dengan Uang Asli, Ini Kata Bank Indonesia Solo

Pertemuan itu dihadiri Kepala KPw BI Solo, Nugroho Joko Prastowo bersama General Manager Bisnis Tribunnews Solo M. Taufiq Zuhdi dan Vice General Manager Content Tribunnews, Yudie Thirzano, serta Manager Tribunnews Suut Amdani.

Nugroho meyakini, tren ini akan semakin meningkat di beberapa tahun ke depanya.

"Peningakatan ini akan berjalan baik dengan kolaborasi di semua sektor ekonomi dari segi perhotelan, paket wisata hingga pertumbuhan pembangunan jalan tol," katanya.

Nugroho menerangkan, kolaborasi juga perlu ditingkatkan dengan semua perwakilan kepala daerah di se-Solo Raya.

Wilayah Solo Raya yang terdiri dari enam kabupaten, yakni Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen serta satu Kota Solo.

"Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan Pemerintah Kota (Pemkot) se-Solo Raya harus kolaborasi saling melengkapi," aku dia.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved