Berita Boyolali Terbaru
Inilah Tata Rias Pengantin Khas Boyolali : Namanya Wahyu Merapi Pacul Goweng, Miliki Sejarah Panjang
Ada banyak sekali model tata rias pengantin yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Asep Abdullah Rowi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Ada banyak sekali model tata rias pengantin yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat.
Mulai dari yang tradisional dengan pakem Kasunan Surakarta Hadiningrat, Kasultanan Jogjakarta hingga yang modern seperti yang belakangan banyak digunakan.
Dari sekian banyak model rias pengantin, ternyata di Kabupaten Boyolali ada satu model tata rias pengantin memiliki sejarah panjang.
Bahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI juga telah menetapkan tata rias pengantin khas Boyolali ini sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).
Tata rias pengantin ini namanya, Wahyu Merapi Pacul Goweng.
Amalia Mallika Sari salah satu perias di Boyolali, menyebut tata rias Wahyu Merapi Pacul Goweng berdasarkan literatur sudah ada sejak zaman Pangeran Diponegoro.
Di mana saat itu, salah satu prajurit Pangeran Diponegoro yang ada di wilayah Selo menikah dengan mengenakan pakaian Wahyu Merapi Pacul Groweng ini.
Setelah dilakukan penggalian sejarah, Harpi Melati Boyolali akhirnya menemukan salah satu ciri khas rias pengantin di Boyolali, pada tahun 2015.
Baca juga: Baru Setengah Jam Menikah, Pengantin Wanita Ini Meninggal di Pelukan Suami, Sempat Tak Sadarkan Diri
Baca juga: Viral Pengantin Menikah dengan Tetangga Sebelah Rumah, Ternyata Masih Saudara Sepupu
Ciri khas tata rias ini terletak pada Sunduk Mentul yang menunjukkan keanekaragaman sumberdaya alam Boyolali.
“Ada matahari, pepaya, mawar, tembakau dan sapi,” katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (1/12/2021).
Motif paes pada pengantin wanita juga memiliki ciri khas sendiri.
Dimana, dalam tata rias pengantin Wahyu Merapi Pacul Goweng ini corak paesnya dinamakan Panuggolo Merapi Merbabu.
Paes ini ada pengapit bunga kantil sirah lele, godek patil lelen (kepala lele, patil lele).
“Uluk pengantin kakung (pria) juga merupakan khas. Yang dulu digunakan prajurit Pangeran Diponegoro, untuk itu dinamakan Pacul Goweng,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/model-rias-penganrin-bernama-wahyu-merapi-pacul-goweng-yang-menjadi-khas-di-kabupaten-boyolali.jpg)