Berita Karanganyar Terbaru

Asyik, Karanganyar Segera Punya Desa Wisata Berbasis Film, Bakal Ada Gedung Teater Alam

Pemerintah Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar berencana membangun objek wisata berbasis film.

Tayang:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/MARDON W
Penampakan studio alam di Watu Gambir Dusun Telap, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar, Selasa (14/12/2021) 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Kabar gembira untuk Anda penggemar film dan seni budaya.

Pemerintah Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar berencana membangun objek wisata berbasis film.

Untuk mewujudkannya, Pemdes Karang telah membangun gedung teater alam di sana.

Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto mengatakan, pada awal pembangunan dulu memang sebatas untuk wahana wisata saja.

"Pembangunan awal 2019 untuk wisata alam saja, namun karena 2020 mulai pandemi, dana pembangunan kami alihkan ke Covid-19, kemudian tahun 2021 dibangun studio alam," ucap Dwi kepada TribunSolo.com, Selasa (14/12/2021).

Dwi mengatakan, pembangunan bangunan tersebut diperkirakan menghabiskan dana sekitar Rp 500 juta.

Saat ini, progres pembangunan studio alam masih sekitar 40 persen.

"Pembangunan studio belum selesai, namun  studio ini sudah digunakan untuk kegiatan kesenian," ucap Dwi.

Dia berujar, proyek tersebut merupakan kerjasama antara Pemerintah Desa Karang dan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo.

Pihaknya juga sudah menyiapkan lahan untuk ISI Solo dalam melakukan pelatihan-pelatihan dalam membuat seni dan film kepada masyarakat sekitar.

"Rencananya di tahun depan, akan digiatkan pelatihan dan workshop untuk masyarakat dan membuat komunitas film," ucap Dwi.

Adapun lokasi proyek studio alam tersebut dibangun di Watu Gambir, Dusun Telap, Desa Karang, Karangpandan, Karanganyar.

Selain studio alam, di lokasi tersebut nantinya akan ada kolam renang, tempat kemah, serta bendungan irigasi.

Wisata Tersembunyi di Bulu Sukoharjo, Ada Air Terjun yang Mengalir Hanya saat Musim Penghujan

Surga wisata tersembunyi terdapat di Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

Di balik kompleks Gentan Geopark Village, terdapat air terjun indah yang hanya ada saat musim penghujan.

Tak hanya satu, ada dua air terjun disana, yakni Air Terjun Mirikerep, dan Air Terjun Song Gede.

Baca juga: Megahnya Area Parkir di Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Baru Selesai Dibangun

Baca juga: Tourism Great Sale 2021, Cara Pemkab Karanganyar Rangsang Geliat Wisata: Ada Diskon Sampai 50 Persen

Membutuhkan waktu sekira 30 menit perjalanan dari Sukoharjo Kota.

Sesampainya di Dukuh Mirikerep, kendaraan di parkir di pekarangan warga yang merupakan dusun terakhir.

Perjalanan akan dimulai dengan melewati gapura bambu yang sudah usang dan rapuh, setelahnya juga harus melewati jembatan bambu yang kondisinya juga rapuh, hati-hati.

Dari sana, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menaiki gunung dan menyusuri hutan sekira 1 kilometer.

Tak perlu khawatir tersesat, karena warga telah membuat jalan setapak yang dilengkapi dengan pengaman bambu pada sisi jalan yang berbatasan dengan jurang.

Baca juga: Kisah Sukses Pensiunan PNS di Boyolali, Kembangkan Agrowisata Jambu Kristal: Raup Rp 90 Juta Setahun

Selain itu, warga juga telah memasang papan petunjuk menuju ke air terjun tersebut.

Namun, pengunjung harus berhati-hati, karena jalanan cukup terjal dan licin, terlebih saat musim penghujan.

Selama perjalanan menuju air terjun, pengunjung akan disuguhi pemandangan yang indah, sehingga tak terasa lelahnya.

Setelah 5 menit berjalan, pengunjung akan disambut air terjun pertama, yakni Air Terjun Mirikerep setinggi sekira 12 meter.

Saat TribunSolo.com medatangi lokasi pada Minggu (5/12/2021), debit air terjun sangat kecil.

Pasalnya, sudah dua hari kawasan tersebut tak diguyur hujan.

Baca juga: Libur Nataru, Objek Wisata di Sragen Tetap Buka: Pengunjung Dibatasi 50 Persen

"Kalau habis hujan, biasanya debit airnya banyak," kata wisatawan yang sering datang ke lokasi, Iwan.

Setelah Air terjun Minikerep, pengunjung harus berjalan menyusuri jalan setapak sejauh 200 meter untuk tiba di Air Terjun Song Gede.

Disana, air terjun tak begitu tinggi, hanya sekira 8 meter.

Nampak, ada seorang anak kecil yang tengah mandi sambil menikmati kesegaran di air terjun Song Gede.

Dia bermain air ditemani kedua orang tuanya.

Di balik air terjun Song Gede, terdapat mulut goa yang sering dijadikan lokasi untuk berswafoto.

Baca juga: PPKM Level 3 saat Libur Nataru: Tempat Wisata di Sragen Belum Tentu Tutup, Masih Tunggu Aturan Pusat

Disana juga terdapat jeriken yang digunakan untuk menampung air yang menetes dari batu goa.

"Air ini bisa langsung diminum. Biasanya warga dari gunung singgah, dan beristirahat disini, lalu meminum airnya," ujarnya.

Pada kompleks air terjun Song Gede, warga juga menyiapkan spot swafoto menarik, seperti Pertapan Watu Adeg, Watu Ondo, Song Josari, Song Royom dan Kedung Junggleng, dengan pemandangan dari atas gunung.

Saat kembali, jangan lupa pengunjung mengisi kotak seikhlasnya, untuk biaya perawatan tempat wisata tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved