Berita Karanganyar Terbaru

Perempuan Asal Sragen Terlibat Kasus Narkoba dan Pencucian Uang, Polisi Amankan Total Rp 4 Miliar

Jajaran Polda Jateng menangkap perempuan asal Sragen bernama Feri Surya Ratnawati alias Fefe dan rekannya Johan Wahyudi alias Koh Jo alias Joko. 

Humas Polda Jateng
Tersangka Fefe Asal Sragen saat berjalan dalam pers rilis di Mapolda Jateng, Rabu (29/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Jajaran Polda Jateng menangkap perempuan asal Sragen bernama FSR alias Fefe dan rekannya JW alias Koh Jo alias Joko. 

Fefe diketahui adalah warga Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen. Sementara JW adalah warga Kelurahan Kadipiro, Kecamatan Banjarsari, Solo

Keduanya ditangkap lantaran hasil pengembangan kasus narkoba dengan pelaku Tommy Winanto yang sudah ditangkap di halaman hotel Ramada di Jalan Adi Sucipto No.56 B, Desa Gajahan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar.

Baca juga: Kisah Bobby Joseph, Sempat Jadi Supir Online Sejak Sepi Job, Kini Ditangkap karena Jadi Calo Narkoba

Baca juga: Bukan Ben Joshua, Artis BJ yang Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Adalah Bobby Joseph, Ini Sosoknya

Dalam kasus ini, Fefe dan JW terlibat kasus narkoba sekaligus pencucian uang. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian, mengatakan kasus ini bermula tahun 2017.

Dia mengatakan, dalam kasus ini, pelaku Johan memberikan perintah kepada pelaku Tommy untuk melakukan transaksi narkoba jenis sabu. 

Sementara peran pelaku Fefe adalah mengelola uang dari transaksi barang haram tersebut. 

Baca juga: Baru 3 Bulan Bebas dari Penjara, Jeff Smith Pacar Aisyah Aqilah Kembali Ditangkap karena Narkoba

"JW memberikan perintah kepada Tommy untuk bertransaksi narkoba jenis Sabu, sedangkan tersangka Fefe sebagai pacar dan pengelola uang dari transaksi narkoba jenis sabu," ucap Lutfi dalam rilis yang dikirim ke TribunSolo.com, Rabu (29/12/2021).

Polisi mengembangkan kasus ini setelah berhasil menangkap pelaku Tommy sampai akhirnya ada dua tersangka baru tersebut. 

Dari kasus ini, uang hasil kejahatan mereka mencapai total Rp 4 miliar. 

Uang tersebut diduga dibelikan 4 mobil, 3 motor, dan 1 rumah. 

"Mereka akan dijerat pasal 3, 4 dan 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberatnasan Tindak Pidana Pencucian Uang dan juga pasal 137 huruf (a) UU nomor 2010 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar," ucapnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved