Berita Solo Terbaru
Nahas Nasib Giyono, Dirawat di Rumah Sakit karena Digigit Ular Berbisa saat Banjir di Pajang Solo
Kampung Notosari, RT 01/XIV, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Solo terendam banjir, Sabtu (1/1/2022).
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
Warga Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan, Kota Solo harus menerima nasib, Sabtu (1/1/2022).
Hari pertama di tahun 2022 tersebut, mereka harus merasakan kebanjiran.
Diketahui, ada belasan rumah warga di dua Rukun Warga (RW) terendam banjir.
Tinggi air mencapai semata kaki hingga sepinggang orang dewasa.
Baca juga: Viral Pasangan Pengantin Naik Perahu ke Lokasi Pernikahan Karena Banjir, Tenda Tak Dipasang
Kota Solo dan kabupaten sekitarnya, memang diguyur hujan yang cukup lebat.
Lurah Laweyan, Priadi, mengatakan, banjir di kampung situ terjadi tahunan.
Ia mengatakan, hujan di sana disebabkan limpahan air dari Boyolali.
"Iya benar luapan Kali Jenes, karena hujan deras di Boyolali,"
"ini terjadi tahunan, setiap hujan deras di Boyolali, pasti di sini air meluap, menggenangi rumah warga," kata Lurah Laweyan Priadi, kepada Tribunsolo.com, Sabtu (1/1/2022).
Lanjut Priadi, luapan air mulai menggenangi rumah warga sejak pukul 15.30 WIB.
"Hujan deras sela dua jam di Boyolali, sudah biasa karena di Solo sudah selesai hujan pas jam itu," katanya.
Informasi yang diterima, ada beberapa RW yang terdampak dari meluapnya sungai Jenes ini.
"Dari data kami yang paling parah di dua RW, yakni di RW 14 dan RW 4. Untuk di RW 14 ada 12 Kartu Keluarga (KK) dan RW 4 ada 4 KK," jelas Lurah Panjang.
"Tingginya sampai punggung orang dewasa di RW 14 dan di RW 4 hanya sekaki," lanjutnya.
Priadi mengatakan, wilayah yang tergenang baru surut sekitar pukul 21.00 WIB.
Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Laweyan dan Tim dari BPBD Kota Solo, membantu warga dalam membersihkan kotoran sisa banjir. (*)