Berita Klaten Terbaru

Maling Jeruk Asal Trucuk Klaten Apes, Tabrak Pohon Jati saat Beraksi: Terluka di Bagian Wajah 

Nasib sial pencuri jeruk berinisial A warga Kecamatan Trucuk, Minggu (2/1/2022). Dia terjatuh setelah menabrak pohon jati di Desa Jemawan.

TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Warga menunjukan Lokasi maling jeruk menabrak pohon jati di Klaten. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Nasib sial dialami pencuri jeruk berinisial A warga Kecamatan Trucuk, Minggu (2/1/2022). 

Dia terjatuh setelah menabrak pohon jati di Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Klaten

Kondisinya terluka di wajah.

Baca juga: Wus, Maling HP Driver Ojol di Solobaru Ternyata Raja Jalanan, Sekian Detik Raib Tinggalkan Pengejar

Baca juga: Teror Maling di Boyolali : Tren terbaru Tak Sasar Rumah, Tapi Jarah Isi Gerobak PKL yang Ditinggal

Aksi penangkapan pencuri tersebut sempat viral lewat unggahan video di group Facebook ISK (Info Seputar Klaten), Senin (3/1/2021) pagi. 

Tampak pelaku terkapar dengan luka di wajah dan polisi yang akan mengevakuasi pelaku. 

Rahmad Pawaka (64) sebagai pemilik kebun jeruk menceritakan, awalnya dia menerima kabar bahwa warga telah menangkap pencuri yang beraksi di kebun jeruk miliknya. 

"Saya pulang subuh dari masjid, di telepon orang. Pak ada maling ketangkap di timur desa," Rahmad menirukan warga yang menelponnya. 

Dia menjelaskan, bahwa ada petani yang lewat dan menaruh curiga pada kendaraan yang terparkir di depan kebun Rahmad. 

Lantas petani tersebut memanggil bantuan warga sekitar untuk menghadang pelaku.

Baca juga: Lihainya Maling di Karangpandan : Gagal Bawa Tumpukan Emas, Gondol Uang Rp 23 Juta dan Rekaman CCTV

"Karena takut pelakunya lebih dari satu orang, lalu dia manggil temennya," ucap Rahmad.

"Pelaku tertangkap basah sedang memasukkan jeruk ke bronjong (keranjang besar). Pelaku yang keluar bawa jeruk, dikejar dan diteriaki suruh berhenti kemudian dia nabrak pohon terus jatuh," terang Rahmad. 

"Setelah jatuh (pelaku), warga langsung langsung berteriak ono maling, ono maling. Terus diikat tangan dan kakinya, terus dibawa ke deket kampung," katanya. 

Setelah sampai di lokasi kejadian, Rahmad langsung menghubungi polisi terdekat. Tak berselang lama, polisi datang ke tempat kejadian membawa mobil. 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved