Breaking News:

Ini Alasan Polisi Melarang Kereta Kelinci Beroperasi di Jalan Raya, Bagaimana Bila Ada yang Nekat?

Viral di media sosial, unggahan yang menampilkan foto spanduk bertuliskan kereta kelinci dilarang beroperasi di jalan raya.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
INSTAGRAM/lantassukoharjo
Ilustrasi kereta mini atau sepur kelinci 

TRIBUNSOLO.COM -- Viral di media sosial, unggahan yang menampilkan foto spanduk bertuliskan "kereta kelinci dilarang beroperasi di jalan raya".

Unggahan foto itu ramai mengundang komentar di media sosial.

Adapun viralnya spanduk tersebut diunggah oleh sebuah akun di grup Facebook INFO CEGATAN NGAWI (ICN), Senin (31/1/2022).

Rupanya, spanduk larangan pengoperasian kereta kelinci di jalan raya itu berasal dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Ngawi.

Wajah Kasat Lantas Polres Ngwi AKP Zainul Imam Syafi'i, S.H., M.H juga terpampang dalam spanduk tersebut.

Baca juga: Mobil Wisata Pemkot Solo Kena Sindir : Kalau Diizinkan Polisi, Kenapa Kereta Kelinci Tidak Boleh?

Baca juga: Kaesang Pangarep Unggah Foto Kereta Kelinci, Sinyal Persis Solo Launching Bus ?

"Wis mulai dipasang lurr, tulisane 'KERETA KELINCI DILARANG BEROPERASI DI JALAN RAYA, BERBAHAYA'. Tidak ada jaminan keselamatan penumpang. Tidak ada jaminan jasa raharja apabila terjadi kecelakaan lalu lintas," demikian narasi yang dituliskan pengunggah.

Hingga Selasa (1/2/2022) siang, unggahan tersebut telah disukai 738 kali dan dikomentari 196 kali oleh warganet Facebook.

Mengapa kereta kelinci dilarang beroperasi di jalan raya, bagaimana penjelasan polisi?

Kereta kelinci tidak berstandar SNI

Saat dikonfirmasi, Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Zainul Imam Syafi'i membenarkan adanya spanduk larangan pengoperasian kereta kelinci di jalan raya.

Imam menjelaskan, kereta kelinci tidak masuk dalam tipe kendaraan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Sebab, kereta kelinci tidak memiliki penutup di bagian samping, tidak adanya uji kelayaakan jalan," ujar Imam, dikutip dari artikel Kompas.com, Selasa (1/2/2022) siang.

Kondisi tersebut, lanjutnya, dapat membahayakan penumpang dan tidak ada jaminan keselamatan.

"Selain itu, (kereta kelinci) tidak memenuhi uji tipe, tidak ada TNKB, tidak layak jalan, tidak dilengkapi STNK, trayek, tanda lulus uji maupun tata cara penggandengan," kata Imam.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved