Biodata Syahruna Kepala Dinas Perpustakaan & Kearsipan Klaten: Ubah Perpustakaan jadi Tempat Menarik
Biodata Syahruna Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Klaten, ubah perpustakaan lama jadi tempat nyaman dan menarik untuk dikunjungi.
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Reza Dwi Wijayanti
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Klaten dikenal dengan koleksi arsip kuno dan buku bacaan.
Tempat mencari referensi buku bacaan milik Kabupaten Klaten.
Dulu tempat itu dikenal dengan nuansa kuno dan bukan tempat yang nyaman untuk dikunjungi.
Baca juga: Biodata Darmanto, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali: Pernah Wiyata Bhakti Tanpa Digaji
Baca juga: Biodata Komarudin Kades Banyuanyar Boyolali: Kembangkan Desa Digital untuk Memajukan Masyarakat
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Klaten, Syahruna kepada Tim TribunSolo.com.
"Kalau dulu di sini ya banyak alang-alang termasuk di pojok depan ditempatin orang dan itu kumuh.
Sepanjang bagian belakang ini banyak tanaman, ada juga bagian tidak ditanami tapi rumputnya tinggi tinggi," ujar Syahruna.
"Lampu saat itu juga terbatas sehingga nuansa atau auranya terlihat menyeramkan atau horor," imbuhnya.
Namun setelah 4 tahun berlalu, tepatnya di bawah kepemimpinan Syahruna sebagai Kepala Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kabupaten Klaten semua itu bisa berubah.
"Kalau untuk di sini itu semua saya rubah semua karena saya ingin buat seperti rumah sendiri. Jangan sampai memberi pelayanan publik tapi tuan rumahnya saja tidak betah apalagi tamunya.
Makanya kita lakukan semaksimal mungkin, kita rubah semua baik di ruang perpustakaan hingga di lingkungan sekitar.
Untuk perpustakaan ini dulu saat hujan harus mencari ember karena banyak yang bocor. Jadi dari atap total kita rubah semua, tapi untuk bangunan tidak ada yang kita rubah tetap seperti dulu," jelasnya.
Lebih lanjut, Syahruna menyebut bahwa dulu di bagian belakang tempatnya kotor dan kumuh namun kini sudah berubah menjadi laboratorium komputer dan taman yang indah.
Selain itu, ia juga menambahkan beberapa hal agar pengunjung betah berlama-lama di sana seperti AC, akses internet yang cepat hingga tempat ibadah.
"Selain itu kita juga pasang AC agar orang betah lama disini dan kita juga siapkan karpet kursi dan meja karena siapa tahu ada yang mau baca sambil duduk di bawah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kkmnn9522022.jpg)