Keputusan Mengejutkan Presiden Ukraina, Para Napi Dikerahkan untuk Tempur Lawan Rusia

Kondisi invasi Rusia kepada Ukraina membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membebaskan narapidanannya.

Tayang:
AFP/JOHN MACDOUGALL
Demonstran menampilkan spanduk berwarna bendera Ukraina bertuliskan "Hentikan [Presiden Rusia] Putin, Hentikan perang" selama protes di Gerbang Brandenburg Berlin pada 30 Januari 2022. - Para pengunjuk rasa mengkritik pengerahan pasukan Putin di dekat perbatasan Ukraina dan menyerukan Jerman untuk lebih berperan aktif dalam membela kepentingan Ukraina. (Photo by John MACDOUGALL / AFP) 

TRIBUNSOLO.COM - Kondisi invasi Rusia kepada Ukraina membuat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membebaskan narapidanannya.

Namun tak semua narapidana dibebaskan namun bagi yang punya keterampilan dan pengalaman tempur untuk membantu negara melawan invasi Rusia.

Baca juga: Viral 5 Tentara Rusia Mengaku Ditipu Komandan, Bilang Latihan tapi Dikirim ke Medan Perang Ukraina

Dalam pidatonya pada hari Senin (28/2/2022), Zelenskyy mengatakan pengambilan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah jika dilihat dari sudut pandang moral.

Namun saat ini pertahanan negara menjadi tujuan penting yang harus dijalankan.

Zelenskyy menyerukan tentara Rusia untuk meletakkan senjata mereka, dan mengklaim setidaknya 4.500 tentara musuh telah dibunuh oleh pasukan Ukraina.

“Tinggalkan peralatanmu. Keluar dari sini. Jangan percaya komandan Anda. Jangan percaya propagandis Anda. Selamatkan saja hidup Anda,” kata Zelenskyy seperti yang dilansir dari situs aljazeera.com, pada Selasa (1/3/2022).

Dia meminta Uni Eropa untuk segera memberikan nergaranya keanggotaan melalui prosedur khusus baru.

“Tujuan kami adalah untuk bersama dengan semua orang Eropa dan, yang paling penting, berada di pijakan yang sama. Saya yakin itu adil. Saya yakin itu mungkin,” ucapnya.

Baca juga: Roman Abramovich Disebut Bakal Bantu Negosiasi Perdamaian Ukraina-Rusia,Parlemen Inggris Tak Percaya

Selama konferensi pers Zelenskyy mengucapkan terima kasih kepada pihak Barat yang telah memberikan dukungan dan mengungkapkan rasa optimisnya untuk meraih kemenangan.

Pasukan Ukraina yang mendapat dukungan senjata dari Barat, berhasil memperlambat kemajuan tentara Rusia.

Zelenskyy mengatakan 16 anak meinggal dunia selama empat hari pertama serangan Rusia dan 45 lainnya terluka.

Dia memuji anak-anak yang gugur dan terluka tersebut dengan memberikan pujian sebagai “Pahlawan Ukraina

Kepala Hak Asasi PBB, Michelle Bachelet mengatakan pada hari Senin kemarin, setidaknya 102 warga sipil, termasuk 7 orang anak-anak, meninggal dunia dan menjadi korban keganasan serangan yang diberikan Rusia.

Namun Bachelet memperingatkan, jumlah sebenarnya mungkin bisa lebih tinggi.

Inilah Cara Tak Biasa yang Dilakukan Elon Musk untuk Bantu Ukraina

Kali ini laporan terbaru menyebut bahwa Elon Musk bantu Ukraina hadapi Rusia dengan cara yang berbeda.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved