Berita Solo Terbaru

Jadi Mangkunegara X, Ternyata Status GPH Bhre Cakrahutomo Masih Lajang 

Status Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo masih lajang. Jumenengan GPH Bhre akan digelar pada Sabtu (12/3/2022).

Tayang:
TribunSolo.com/Mardon Widiyanto
GPH Bhre Cakrahutomo. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Status Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo masih lajang. 

Bhre Cakrahutomo ditetapkan menjadi Mangkunegara X saat usianya masih 24 tahun. 

Jumenengan GPH Bhre akan digelar pada Sabtu (12/3/2022).

Penerus raja Mangkunegaran tersebut masih berusia muda dan merupakan lulusan Fakultas Hukum di salah satu kampus negeri di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com pria bernama GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo ditunjuk sebagai raja di usia muda.

Baca juga: Di Balik GPH Bhre Raja Mangkunegaran X : Sering Tidur di Dekat Pusara Ayahnya, Hanya Dipayungi Tenda

Baca juga: Sebelum Diumumkan Jadi Raja Mangkunegara X, GPH Bhre Telepon Gibran, Ingin Sampaikan Sepucuk Surat

Dia lahir tanggal 29 Maret 1997 atau 24 tahun silam.

Selain itu, Gusti Bhre masih lajang atau belum menikah.

Gusti Bhre merupakan putra bungsu hasil pernikahan KGPAA Mangkunegara IX dengan Gusti Kanjeng Putri (GKP) Mangkunegara IX.

Dia memiliki seorang kakak perempuan bernama Gusti Raden Ajeng (GRAj) Ancillasura Marina Sudjiwo.

Baca juga: Bhre Cakrahutomo Jadi Mangkunegara X, Dinobatkan 12 Maret 2022 Nanti: Keluarga Masih Bahas Lokasi

Sementara itu dari garis keturunan ibunya, Bhre merupakan seorang cucu dari diplomat kenamaan.

Kakeknya adalah mendiang Letjen (Purn) Yogi Supardi, mantan perwira tinggi TNI AD yang juga pernah menjabat sebagai Dubes RI di Jepang pada masa Orde Baru.

Kemudian Gusti Bhre juga menempuh pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana hukum (SH) dari Universitas Indonesia pada 2019.

Selama Gusti Bhre masih menjadi mahasiswa, ia memperoleh prestasi di tingkat internasional saat bergabung dengan Tim Mooting Vis atau tim peradilan semu Fakultas Hukum UI.

Baca juga: Pengamat Belum Bisa Pastikan Pengangkatan GPH Bhre sebagai Mangkunegara X Sesuai Adat Atau Tidak

Gusti Bhre bersama tim Fakultas Hukum (FH) UI pernah mendapat gelar champion di Praha, Republik Ceko, pada 11 Maret 2018 lalu.

Saat itu Bhre bergabung dalam Tim Mooting Vis FH UI dan menjuarai sesi final Pre-Moot Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot ke-10.

Willem C. Vis International Commercial Arbitration Moot (Vis Moot) adalah pertandingan pengadilan semu.

Lomba ini diselenggarakan oleh Pace Law School, Vis Moot Foundation dan United Nations Commission on International Trade Law.

Baca juga: Detik-detik Nama GPH Bhre Muncul Bakal Jadi Raja Baru, saat Tahlilan 100 Hari KGPAA Mangkunegara IX

Sementara ith Pre-moot merupakan ajang pemanasan para peserta untuk memperbaiki argumen dan latihan tanding sebelum terjun ke ajang Vis Moot.

Selain itu, Gusti Bhre juga mendapatkan amanah dari Almarhum KGPAA IX, mediang ayahnya dalam proyek renovasi Keraton Mangkunegaran yang sedang dilakukan pemerintah.

Gusti Bhre sudah mulai tampil dalam berbagai acara Pura Mangkunegaran sejak beberapa tahun lalu.

Salah satunya pernah menjadi cucuk lampah atau orang yang berada di barisan terdepan saat kirab pusaka malam 1 Suro.

Jumenengan

GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo telah diumumkan sebagai KGPAA Mangkunegaraan X.

Abdi Dalem Kadipaten Puro Mangkunegaran pun telah mempersiapkan acara besar Jumenengan atau kenaikan tahta.

Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat mengatakan, Jumenengan dilaksanakan Sabtu Pahing, 12 Maret 2022 pukul 10.00 WIB.

"Acara pengukuhan itu mutlak ada di Pendhopo," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (2/3/2022).

Para sedherek dalem, dan raja-raja Mataram akan duduk di Pringgitan.

Persiapannya sendiri sudah dilakukan sejak seratus hari mangkatnya KGPAA Mangkoenagoro IX.

Menurutnya, setelah urusan pemakaman dan wilujengan, para abdi dalem meminta izin kepada GKP.

Mangkoenagoro IX atau isteri KGPPA Mangkoenagoro IX untuk mempersiapkan acara jumenengan.

"Kami mempersiapkan memang tidak bisa mendadak," tegasnya.

Sejumlah tokoh diundang dalam acara tersebut, seperti Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, dan Keraton Yogyakarta Pakualaman.

Setelah resmi menduduki takhta Mangkunegara X, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo tak diperbolehkan ke makam mendiang ayahnya, Mangkunegara IX.

Baca juga: Sebelum Diumumkan Jadi Raja Mangkunegara X, GPH Bhre Telepon Gibran, Ingin Sampaikan Sepucuk Surat

Baca juga: Dies Natalis Ke-46 UNS, Presiden Jokowi Bakal Resmikan Tower UNS, Sri Mulyani Terima Penghargaan

"Kalau sudah jumeneng (bertakhta) tidak boleh ke makam, karena itu sudah aturan. Sinuhun (Mangkunegara IX) dulu juga gitu, para nata (raja) Mataram juga gitu," ucapnya.

Padahal, Bhre sering kali pergi diam-diam ke makam ayahnya di Astana Girilayu, Kabupaten Karanganyar.

Bahkan, Bhre sampai tidur disana.

Biasanya Bhre tidur di samping pusara ayahnya, adapun di lokasi tersebut sudah tersedia tenda.

Menurut Lilik, aktivitas Bhre mengunjungi makam Mangkunegara IX itu merupakan keinginannya sendiri.

"Tahu-tahu Gusti Bhre nggak ada, lalu dia ngabari udah di tempat Romonya (ayahnya), di makamnya," Ujarnya.

Kendati demikian, Lilik yakin jika Bhre yang besar dan kuliah di Jakarta, sangat mengerti adat istiadat Pura Mangkunegaran.

Sempet Telepon Gibran

GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo resmi diumumkan menjadi Raja Mangkunegara X.

Pengumuman ini disampaikan di Pendopo Timur Mangkunegaran pada Selasa (1/3/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Sebelum pengumuman penerus KGPAA Mangkunegara IX tersebut, ternyata GPH Bhre sempat telepon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka.

Gibran mengatakan, Gusti Bhre telepon dirinya 2 hari yang lalu.

"Kemarin sudah telpon-telponan dengan Gusti Bhre, beliaunya baru pulang ke Solo hari ini," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (2/3/2022).

Gibran mengatakan, pembicaraannya dengan Bhre perihal menyampaikan undangan Jumenengan, yang sedianya akan digelar pada Sabtu (12/3/2022) mendatang.

"Saya dapat undangan (Jumenengan), Gusti Bhre 2 hari lalu telpon saya juga menyampaikan undangan dan niatnya press conference," ujarnya.

Secara pribadi, Gibran ingin menghadiri acara tersebut.

Namun pada Kamis (10/3/2022), dia harus bertolak ke Jakarta untuk membahas Asean Paragames di Solo.

Dalam ajang tersebut, Kota Solo kembali dipercaya menjadi tuan rumah.

Baca juga: GPH Bhre Jadi Raja Mangkunegara X, Inilah Bedanya Keraton Kasunanan Solo dan Pura Mangkunegaran

Baca juga: Bhre Cakrahutomo Jadi Mangkunegara X, Dinobatkan 12 Maret 2022 Nanti: Keluarga Masih Bahas Lokasi

"Saya usahakan datang, tanggal 10 ada rakor Paragames. Nanti tergantung pak Menpora, kalau boleh pulang, saya pulang," kata dia.

Gibran menyambut baik GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai KGPAA Mangkunegaraan X.

Dia berharap, dibawah kepimpinan Bhre, Pemkot Solo dan Mangkunegaraa akan terus bisa saling bersinergi.

Selain itu, Gibran juga ingin bertemu Bhre untuk membahas revitalisasi Pura Mangkunegaraan, bersama Gusti Purboyo.

"Saya lihat Gusti Bhre orangnya kreatif, ketemu terakhir beliaunya sudah ada konsep-konsep pengembangan wisata di Pura Mangkunegaraan," harap dia.

Pernah Ada Raja Muda

Mangkunegaran segera memiliki raja muda yakni Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo. 

Bhre adalah sosok muda bakal memimpin Mangkunegaran. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSolo.com dari berbagai sumber, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo adalah putra bungsu hasil pernikahan KGPAA Mangkunegara IX dengan Gusti Kanjeng Putri Mangkunegara IX.

Dia lahir pada tanggal 29 Maret 1997 atau 24 tahun silam. 

Baca juga: Pemerhati Sejarah Solo Sebut Penetapan Bhre Cakrahutomo Jadi Mangkunegara X Sudah Sesuai Aturan 

Baca juga: Sempat Ada Polemik, Ini Pandangan Pengamat Soal GPH Bhre Cakrahutomo Jadi Mangkunegara X

Penetapan Gusti Pangeran Haryo (GPH) Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo sebagai Raja dianggap sesuai paugeran (aturan).

Pemerhati sejarah kota solo KMRT L Nuky Mahendranaya Nagoro alias Kanjeng Nuky mengatakan, penetapan Gusti Bhre sebagai Pengageng Pura Mangkunegaran X yang berdasar putra laki-laki dari permaisuri itu sah.

"Penetapan pemimpin Mangkunegara yang baru saja terjadi itu, saya kira sudah dibicarakan melalui mekanisme dewan adat keluarga atau kelembagaan yang ada pada Mangkunegaran sendiri," kata Nuky, kepada TribunSolo.com, Selasa (1/3/2022).

Nuky mengatakan, penetapan penerus sebuah keraton atau kadipaten seperti Mangkunegaran dan Pakualaman tetap memakai paugeran atau adat kebiasaan yang berlaku pada masing-masing keraton atau praja kadipaten itu sendiri.

Baca juga: Isi Pembicaraan Jokowi & Gibran saat Bertemu di Solo, Soroti Pembangunan Proyek IKM Gilingan-Gatsu

Dia menjelaskan regenerasi pemimpin Mangkunegaran memang berbeda dengan Keraton Surakarta maupun Kasultanan Yogyakarta.

Kemudian ia menjelaskan, di dalam mangkunegaran bisa saja penggantinya tidak langsung dari anak langsung.

Sosok muda yang memimpin Mangkunegaran juga pernah ada sebelumnya, saat itu pemberian tahta Raja Mangkunegara dari Raden Mas Said, Mangkunegara I ke cucunya bernama BRM Sulama pada tahun 1796. Saat itu usianya 26 tahun.

"Pada saat pergantian Mangkunegaran I Ke Mangkunegaran II, penetapan berdasarkan dari cucu laki-laki dari putri tertua Mangkunagoro I," kata Nuky.

Kemudian, ia mengatakan akan muncul ketidakpuasan dari keputusan tersebut.

Dia meminta kepada pihak-pihak lain untuk legowo dan menerima keputusan tersebut.

"Semoga semua bisa menerima pilihan alam dan pepestining zaman dan kita mendoakan semoga semua yang menjadi pilihan ini bisa mengayomi seluruh keluarga besar Mangkunegaran dan kebudayaan Jawa itu sendiri," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved