Dokter di Sukoharjo Jadi Terduga Teroris

Kompolnas Bakal Cek TKP Penembakan Tersangka Teroris di Sukoharjo, Usut Dugaan Kesalahan Prosedur

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan pihaknya bakal memeriksa apakah kesalahan prosedur yang diduga dilakukan oleh petugas Densus 88.

Penulis: Tribun Network | Editor: Reza Dwi Wijayanti
TribunSolo.com/Vincentius Jyestha
Kompolnas Bakal Cek TKP Penembakan Tersangka Teroris di Sukoharjo 

TRIBUNSOLO.COM - Kasus penangkapan dan penembakan Dokter Sunardi ramai jadi sorotan publik.

Merespons kasus tersebut Kompolnas bakal mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) atau lokasi tersangka kasus terorisme Jamaah Islamiah (JI), Dokter Sunardi ditembak.

Seperti diketahui, tersangka ditembak mati oleh tim Densus 88 Antiteror Polri di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Baca juga: Soal Kasus Dokter di Sukoharjo Ditembak Mati Densus 88, Polri Siap Penuhi Panggilan Komnas HAM

Baca juga: Dokter S Ditembak Mati Densus 88, Begini Reaksi Warga Sekitar Lokasi Praktiknya di Solo

Dilansir dari Tribunnews, Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim mengatakan pihaknya bakal memeriksa apakah ada pelanggaran atau kesalahan prosedur yang diduga dilakukan oleh petugas Densus 88 Antiteror Polri.

"Kompolnas akan mengunjungi TKP sekaligus mendengarkan penjelasan Densus 88 Polri. Hal yang sangat penting untuk dilihat adalah apakah penangkapan dan penembakan dr Sunardi telah sesuai dengan prosedur UU terutama Hukum Acara Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," kata Yusuf dikutip dari Tribunnews, Senin (14/3/2022).

Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya juga bakal bertemu pihak Densus 88.

Kompolnas bakal menanyakan ketentuan hukum acara pidana yang telah dilakukan sebelum menangkap Dokter Sunardi.

Khususnya, kata Yusuf, seperti yang termaktub dalam Pasal 28 UU Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan UU No. 15 Tahun 2003 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 tahun 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Baca juga: Dokter Terduga Teroris Ditembak Mati Densus 88, IDI Sukoharjo Sampaikan Bela Sungkawa ke Keluarga 

"Terhadap penembakan dr. Sunardi terduga teroris tersebut, akan melihat apakah telah sesuai dengan Perkap Nomor 1 tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian atau tidak," tandasnya.

(*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved