Berita Klaten Terbaru
Perbaikan Jembatan Kadirejo, DPUPR Klaten Anggarkan Rp 3,5 M, Konstruksi Komposit & Diberi Trotoar
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten akan segera memperbaiki jembatan Kadirejo di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom.
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Adi Surya Samodra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten akan segera memperbaiki jembatan Kadirejo di Desa Kadirejo Kecamatan Karanganom.
Sudah beberapa minggu, warga tak bisa menggunakan jembatan Kadirejo, lantaran rusak akibat banjir diterjang banjir pada Kamis (3/3/2022).
"Untuk Jembatan Kadirejo kita ajukan dengan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) 3,5 miliar, Insyaa Allah nantinya akan bisa kita tangani tahun ini," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPR Klaten, Suryanta, Selasa (15/3/2022).
Menurut Suryanta, saat ini sedang dalam proses pengajuan dengan dana BTT.
“Kita sedang mengajukan untuk penggunaan dana BTT. Kalau itu sudah disetujui kita bersimultan dengan perencanaan, bisa mulai survei, kalau secara administrasi sudah bisa dilaksanakan segera dilelangkan,” jelasnya.
Baca juga: Angin Puting Beliung Terjang 4 Kecamatan di Klaten, Pohon Timpa Beberapa Rumah
Baca juga: Catat, Distributor Berani Menimbun Minyak Goreng Bakal Diseret, Kapolres Klaten : Kita Tindak Tegas!
Dirinya menjelaskan jika tidak ada kesulitan dalam proses pengajuan perbaikan jembatan tersebut.
Surat pengajuan penggunaan dana BTT sudah disampaikan sejak minggu lalu kepada Bupati dan beberapa pihak di Kabupaten Klaten.
Selain itu Suryanta menjelaskan bahwa ada perbedaan kontruksi dengan jembatan yang dahulu.
Diperkirakan jembatan tersebut telah ada sejak awal Kemerdekaan RI atau bahkan sejak jaman penjajahan Belanda.
“Konstruksi yang kami ajukan itu jembatan dengan konstruksi komposit. Bangunan bawahnya beton dan belakangnya menggunakan baja,” kata dia.
Suryanta menjelaskan untuk jembatan Kadirejo yang rusak saat ini kurang lebih berukuran 7 meter x 18 meter.
Dan rencananya, jembatan yang baru akan memiliki ukuran 7 meter x 20 meter.
“Kalau sebelumnya 7 meter itu termasuk pagar jembatan. Kalau rencana nanti 7 meter itu lebar badan jalannya dan ada ruang setengah meter di kanan kiri untuk trotoar,” pungkasnya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penutupan-akses-jembatan-kadirjeo.jpg)