Berita Boyolali Terbaru
Harga Kembang di Pasar Boyolali Naik, Tapi Penjualan Malah Lesu: Turun 50 Persen
Pedagang kembang di Pasar Boyolali tak begitu merasakan kenaikan bunga tabur saat Ruwahan (bulan jawa).
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Pedagang kembang di Pasar Boyolali tak begitu merasakan kenaikan harga bunga tabur saat Ruwahan (bulan jawa).
Pasalnya, meski harganya mengalami kenaikan, tapi penjualan bunga masih sepi.
Mbah Supinah, penjual kembang di Pasar Boyolali Kota asal Karangkendal, Tamansari, mengatakan harga kembang tabur mulai mengalami kenaikan meski tak semahal dua tahun lalu.
Saat ini harga satu ceting seharga Rp 20 ribu, dan satu rinjing seharga Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
Baca juga: Viral Gaun Pengantin Wanita Jadi Sorotan, Ternyata Bertabur 900 Kuntum Bunga Segar, Berapa Harganya?
Baca juga: Nikah Beda Usia 18 Tahun, Bunga Zainal Sebut Dirinya Lebih Agresif dari Suami untuk Perkara Satu Ini
"Harganya sudah agak mahal. Tapi ini termasuk lebih murah daripada dua tahun lalu. Kalau normal, satu rinjing paling Rp 50 ribu. Sekarang sudah tembus Rp 100 ribu. Ini masih akan naik lagi, terutama 20 ruwah, Rabu (23/3/2022). Karena bulan Ruwah biasa digunakan untuk nyekar. Harganya mahal karena itu," terangnya.
Hanya saja, pembeli kembang setaman ruwahan kali ini menurun. Bahkan mencapai 50 persen lebih.
Hal itu tak lepas dari adanya pembatasan kegiatan sadranan.
Sebab, mayoritas pembeli berasal dari Cepogo hingga Selo.
Baca juga: Viral Momen Seorang Ayah Lari-lari Demi Beri Bunga dan Peluk Anaknya saat Wisuda, Bikin Haru
Penurunan pembeli ini terjadi karena faktor pandemi. Adapun pembeli tidak seramai dulu. Kini dia hanya mampu menjual 4-5 rinjing kembang.
"Kalau dulu (Sebelum pandemi,red) trotoar sini penuh. Sekarang sepi. Itupun masih ditawar sampai murah banget. Saya sudah 35 tahun jualan kembang, kali ini termasuk sepi. Mungkin faktor ekonomi juga," terangnya.
Sumiyem, pedagang lain, mengatakan hal senada.
Kenaikan harga ini tak lepas dari kenaikan harga dari petani.
Satu rinjing kembang dibeli dengan harga Rp 60 ribu. Ada kenaikan sekitar Rp 20 -Rp 30 ribu/rinjingnya.
Baca juga: Artis Poppy Bunga Gabung Sinetron Tukang Ojek Pengkolan, Bakal Jadi Istri Bang Ojak atau Mas Pur?
Kembang tabur itu dijual lagi seharga Rp 100 ribu/rinjing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Aktivitas-perdagangan-kembang.jpg)