Berita Boyolali Terbaru
Harga Kembang di Pasar Boyolali Naik, Tapi Penjualan Malah Lesu: Turun 50 Persen
Pedagang kembang di Pasar Boyolali tak begitu merasakan kenaikan bunga tabur saat Ruwahan (bulan jawa).
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Aktivitas perdagangan kembang di depan Pasar Boyolali Kota, Senin (21/3/2022).
“Tapi tahun ini memang gak seramai dulu," ungkap penjual kembang musiman di Pasar Boyolali Kota ini.
Terpisah, petani mawar asal Dusun Songgobumi, Desa Mriyan, Tamansari, Listiyani (30) memiliki lahan 2.000 meter persegi.
Dalam sehari, dia bisa memanen 15- 20 rinjing.
Biasanya dia menjual ke Pasar Mongko, Ringin Larik, Kecamatan Musuk.
“Harga jualnya juga tidak pasti. Saat masa Ruwah, kembang mawar bisa laku Rp 50- Rp 75 ribu/rinjing,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Aktivitas-perdagangan-kembang.jpg)