Berita Sukoharjo Terbaru

Sejarah Es Gempol Pleret Ternyata dari Desa di Sukoharjo Ini, Terkenal hingga Semarang

Es gempol pleret merupakan minuman yang memadukan santan kelapa yang diberi gula merah, dengan isian gempol pleret.

Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Agil Trisetiawan
Paikem (48) Produsen sekaligus penjual es gempol pleret asal Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Kabupaten Sukoharjo, Senin (12/3/2022). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Es gempol pleret merupakan minuman yang memadukan santan kelapa yang diberi gula merah, dengan isian gempol pleret.

Gempol pleret sendiri merupakan makanan yang terbuat dari tepung beras.

Minuman menyegarkan ini banyak dijumpai di Solo Raya maupun di Semarang.

Baca juga: Cerita Fans Tak Menyangka Bisa Nge-Date dengan Arya Saloka, Gara-gara Suka Beli Minuman Kekinian

Baca juga: Cerita Satu Desa di Polokarto Jadi Juragan Es Gempol Pleret, Ternyata yang Diwariskan Turun-temurun

Namun, warga Semarang diperkenalkan minuman es Gempol Pleret ini dari warga Desa Karangwuni, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Menurut Kepala Desa (Kades) Karangwuni, Ateng Hartono, sejak tahun 1970-an banyak warganya yang merantau ke Semarang untuk berjualan es gempol pleret.

"Awalnya itu jualan di desa. Lalu ada yang merantau hingga ke Semarang, dan jualan disana," katanya, Senin (21/3/2022).

Minuman tersebut ternyata mendapat antusias yang luar biasa dari warga Semarang.

Baca juga: Rekomendasi Jajanan Legendaris di Sukoharjo : Gempol Pleret, Minuman Khas yang Mulai Langka

Seiring perkembangan waktu, banyak warga luar Karangwuni yang juga memproduksi dan menjual es gempol pleret.

"Jadi awalnya itu dari sini (Karangwuni). Tapi disana (Semarang) banyak yang menjual juga," ujarnya.

Seorang produsen gempol pleret asal Desa Karangwuni, Widodo juga mengutarakan hal serupa.

Dia mewarisi resep pembuatan gempol pleret ini dari kakek buyutnya.

"Jadi es gempol pleret itu minuman asli Solo Raya, bukan dari Semarang," ucapnya.

Desa Karangwuni sendiri sangat identik dengan sentra gempol pleret.

Baca juga: Cerita Satu Desa di Polokarto Jadi Juragan Es Gempol Pleret, Ternyata yang Diwariskan Turun-temurun

Sebab, banyak warganya yang menjadi produsen gempol pleret, maunpun penjual es gempol pleret.

Saat ini, ada sekira 9 warga Karangwuni yang menjadi produsen gempol pleret, dan sekira 15 orang menjual es gempol pleret.

"Yang merantau jualan es gempol pleret masih ada sampai sekarang, seperti di Semarang," pungkasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved