Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Solo Terbaru

Susul La Lembah Manah, Ternyata Gibran Juga Kena Demam Berdarah, Sakitnya Tak Hanya Positif Covid-19

Ternyata tak hanya terpapar Covid-19, Gibran Rakabuming Raka juga terkena Demam Berdarah (DB). 

Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Istimewa
La Lembah Manah bersama Gibran Rakabuming Raka, Selvi Ananda dan kakaknya Jan Ethes Srinarendra. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ternyata tak hanya tarpapar Covid-19, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka juga terkena demam berdarah (DB). 

Untuk itu, jika Gibran terkena DB sekitar awal hingga pertengahan Maret, maka menyusul putrinya La Lembah Mana yang sakit DB pada Senin (21/2/2022). 

"Kena Covid sama DB (demam berdarah)," ungkap dia pertama kalinya muncul setelah isolasi mandiri saat acara Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) di Gedung Lestari Rahayu Kartopuran, Jayengan, Kecamatan Serengan, Minggu (20/3/2022).

Ya, Gibran sudah sembuh setelah dua minggu lebih sakit.

Usut punya usut, Gibran sudah sudah dinyatakan sembuh dan negatif Covid-19 sejak Sabtu (19/3/2022).

Sebelum dinyatakan negatif, Gibran telah melakukan tes berkali-kali namun hasilnya tetap positif Covid-19.

Dia banhkan mengaku kenapa lama sakitnya, karena terpapar dua penyakit sekaligus yakni Covid-19 dan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Makanya lama, saya sudah diswab sebanyak enam kali, lima kali hasilnya positif," kata dia.

Tak hanya Gibran, para stafnya yang selama ini mendampinginya juga terpapar Covid-19.

Baca juga: Sudah 15 Hari Menghilang dari Publik karena Isoman, Bagaimana Kondisi Gibran? 

Baca juga: Tak Diizinkan Mendekati Jokowi saat Kunjungan ke Solo, Wakil Wali Kota Teguh Bakal Lapor Gibran

"Staf saya juga dinyatakan positif, sepertinya ketularan saya semua," ucap Gibran.

Dia menekankan, saat ini beberapa stafnya sudah dinyatakan sembuh.

Sementara itu, dia menyebutkan satu stafnya masih melakukan isolasi mandiri di rumahnya.

"Yang lain sembuh, masih ada satu staf yang masih melakukan isoman di rumahnya," ujar dia.

"Besok Senin (21/3/2022) saya sudah mulai ke kantor lagi," jelas dia.

Dua Minggu Lebih Menghilang

Tercatat, dua minggu lebih Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menjalani isolasi mandiri di rumah dinas Loji Gandrung. 

Gibran diketahui terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan tes PCR pada Jumat (4/3/2022). 

Kemudian pada Kamis (10/3/2022), Gibran kembali melakukan tes PCR, tetapi hasilnya ternyata masih positif. Isoman pun terus dilakukan hingga hari ini.

Baca juga: Nasib Pembudidaya Ikan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri: Terdampak Corona, Penjualan Anjlok

Baca juga: Bukan di Solo, Seratusan PNS Brebes yang Kena Corona Usai Bintek di Hotel Ini, Begini Kata Manajemen

Lantas bagaimana kondisi terkini Gibran? 

Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan Gibran seharusnya dijadwalkan melakukan tes PCR. Namun dirinya tak mengetahui apakah tes sudah dilakukan atau belum. 

"Harusnya hari ini, Kamis ini, kemarin kan minggu lalu sudah. Hari ini atau besok rencana PCR, nanti kita tunggu saja," ujar Teguh, di Loji Gandrung, Kamis (17/3/2022).

Kondisi suami Selvi Ananda itu disebut juga semakin membaik.

Teguh bersaksi bahwa sudah tidak ada gejala yang diperlihatkan Gibran selama mengikuti rapat via zoom meeting. 

Selama ini Gibran memang diketahui tetap memantau dan menjalankan aktivitas Pemkot Solo secara daring, meski juga tengah menjalani isoman.

"Kemarin-kemarin saat zoom kemarin dengan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham), itu suara nggak ada batuk-batuk lagi," ujar Teguh. 

"Sudah bagus semua, fisik sudah kembali normal tidak ada pucat," tambah dia.

Hingga saat ini, Teguh mengatakan Gibran masih terus menjalani isoman di Loji Gandrung. 

La Lembah Manah Kena DB

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan sang putri yakni La Lembah Manah sempat terkena Demam Berdarah (DB). 

Gibran pun tak menampik bahwa kasus DB di Kota Solo mengalami peningkatan. 

Kejadian itu lantas direspon cepat oleh Gibran dengan meminta adanya sosialisasi terkait penyakit DB hingga pengasapan (fogging).

Baca juga: Ternyata Cucu Presiden La Lembah Manah Sakit DB, Gibran Tunggui saat Masa Kritis

Baca juga: La Lembah Manah Sakit, Gibran Tunggui Adik Jan Ethes, Tetap Pantau Pekerjaan di Pemkot Solo

"Nah iya (kasus DB meninggi), makanya sudah saya instruksikan ke Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo untuk lebih intens lagi sosialisasi sama fogging, itu yang paling penting. Soalnya sudah banyak kasus," ujar Gibran, kepada TribunSolo.com, Senin (21/2/2022). 

Saat disinggung apakah kediamannya di kawasan Sumber juga akan dilakukan fogging, Gibran mengiyakan. 

"Heem (iya)," katanya. 

Namun dia memastikan lokasi lain dimana terdapat kasus DB pun juga akan dilakukan pengasapan demi mencegah orang tertular DB.

Baca juga: Apa Kabar Terbaru Anak Kedua Gibran & Selvi, La Lembah Manah? Ternyata Kini Sudah Lincah Bicara

"Pokoknya nanti di tempat yang ada kasusnya kita fogging. Bahaya soalnya, lebih bahaya juga dari Covid-19," jelas Gibran. 

Sebelumnya diberitakan, banyak pihak bertanya-tanya penyakit apa yang diderita oleh putri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka yakni La Lembah Manah

Ternyata La Lembah Manah terkena Demam Berdarah (DB). Hal ini dibenarkan oleh Gibran. 

"(Apakah DB?) Nah kui wis ngerti," ujar Gibran, kepada TribunSolo.com, Senin (21/2/2022).

Baca juga: Potret Selvi Ananda Istri Gibran Bersama Sang Kakak Dita Purbowo, Ada La Lembah Manah Makin Cantik

Akan tetapi, Gibran menyatakan kondisi putrinya itu kini sudah sehat. 

Bahkan sudah meninggalkan perawatan di rumah sakit dan kembali ke kediaman mereka. 

La Lembah Manah disebut Gibran masuk ke rumah sakit pada Rabu (16/2) malam.

"Sudah sehat, sudah sehat. Sudah balik rumah," katanya. 

"Sing penting wis balik rumah, Sabtu malam sudah balik rumah," imbuh Gibran. 

Gibran lantas memaparkan terpaksa absen dari segala aktivitas di Pemerintah Kota Solo, termasuk HUT Kota Solo ke-277, karena harus menunggui La Lembah Manah.

Baca juga: Adik Perempuan Jan Ethes Genap Satu Tahun, Intip Potret Perayaan Ulang Tahun Pertama La Lembah Manah

Keputusan itu diambil karena pada Rabu hingga Jumat kemarin, menurut Gibran, La Lembah Manah sedang dalam masa kritis. 

"Saya tunggu soale di Rabu, Kamis, Jumat itu masa-masa kritis," katanya. 

"Jadi kalau DB itu kan bahayanya pas suhunya turun, kan panas terus. Nah pas suhu turun orang mengira suhune wis sembuh, padahal itu masa kritis dan masa trombositnya turun," pungkas Gibran. (*) 

 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved