Amien Rais Sarankan Luhut Konsultasi ke Psikolog, Reaksi Jubir: Tak Bisa Move On Gagal Jadi Presiden

Menanggapi saran Amien Rais, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi, buka suara.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Youtube/Amien Rais Official
Amien Rais. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais mengeluarkan pernyataan keras soal sosok Luhut Binsar Pandjaitan.

Amien Rais menyarankan Luhut konsultasi ke psikolog karena dinilai menderita narsistik megalomania.

Menanggapi saran Amien Rais, Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi, buka suara.

Jodi Mahardi gantian menyindir Amien Rais.

Baca juga: Amien Rais Kritik Keras Wacana Penundaan Pemilu 2024: Hampir Semua Jadi Yes Man di Rezim Jokowi

Baca juga: Ketum Partai Ummat Impikan Amien Rais Jadi Presiden RI 2024: Jika Allah Mengizinkan

"Yang megalomania itu yang enggak bisa move on gagal jadi Presiden dan terus-terusan membully orang lain," kata Jodi ketika dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (3/4/2022).

Diketahui, dalam pernyataan sebelumnya, Amien meminta Presiden Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan untuk berkonsultasi ke psikolog.

Lantaran Amien mencurigai dua sosok tersebut menderita narsisistik megalomania yang terlihat dari sikap merasa paling tahu, benar, dan menganggap diri sebagai penyelamat bangsa satu-satunya.

"Anda berdua ini harus berkaca dan tanya kepada psikolog yang objektif apakah kira-kira Anda berdua itu menderita narsisistik megalonia," kata Amien dalam keterangan video di kanal Youtube miliknya, Sabtu (2/4/2022).

Amien Rais juga menyarankan keduanya memohon ampun kepada Tuhan

Ia melanjutkan, jika benar mereka mengalami penyakit psikis tersebut dan mengejawantahkannya dalam memimpin negara, maka akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara.

Eks Ketua MPR RI itu juga menyoroti sikap Jokowi yang marah-marah terhadap para menteri karena dianggap tidak becus dalam bekerja.

"Saya lihat kemarin Jokowi marah-marah dua kali, bahkan menghujat menteri dan pejabat tingginya. Kenapa dipilih sendiri, dihujat sendiri?" katanya.

Menurut Amien Rais, menteri atau pejabat yang dipilih seorang presiden menggambarkan bagaimana karakter presiden itu sendiri.

"Jadi kalau presiden marah-marah, berarti dia memarahi dirinya sendiri," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved