Berita Karangayar Terbaru

Awas, Konsumsi Daging Anjing Berisiko Negatif Bagi Kesehatan: Rawan Terkena Rabies

 Ada dampak negatif dari mengkonsumsi daging anjing. Adalah membahayakan kesehatan masyarakat baik pemakan maupun tidak.

Instagram @christian_joshuapale
Tangkapan layar perdagangan anjing di Solo Raya. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ada dampak negatif dari mengkonsumsi daging anjing. 

Founder dan Leader Animals Hope Shelter, Christian Joshua Pale mengatakan, ada risiko bagi kesehatan saat mengkonsumsi daging anjing. 

Adalah membahayakan kesehatan masyarakat baik pemakan maupun tidak.

Baca juga: Sudah Terjunkan Anjing Pelacak, Polisi Klaten Belum Bisa Ungkap Identitas Mayat Wanita Muda

Pasalnya daging tersebut tanpa dilakukan proses dari pemeriksaan kesehatan hingga penyembelihan yang layak.

"Negara sangat konsen tentang kesehatan masyarakat tetapi yang berkembang di masyarakat saat ini dalil budaya dan kebiasaan turun temurun," tutur Joshua.

"Yang kita takutkan rabies yang disebabkan oleh virus rabies atau penyakit lainnya yang di dalam anjing berkembang di tubuh manusia lalu memunculkan mutasi virus baru," imbuhnya.

Meski ada larangan, masih ada warung makan yang menjual daging anjing, pengepul dan penjagalan anjing.

Baca juga: Bos Daging Anjing Disikat di Sukoharjo, DMFI Tantang Solo Berani : Ada 83 Warung Masih Beroperasi

Dia menuturkan mereka seolah-olah tidak tersentuh hukum dan aparat terkesan meremehkan dengan kasus tersebut.

"Kalaupun kami menggugat/melakukan penggerebekan proses lama sekali, beda dengan kasus pencurian ayam yang lebih tersorot, padahal proses penjagalan hewan anjing ini sangat brutal sekali," jelas Joshua.

"Kami dari Animals Hope Shelter peduli terhadap kesehatan masyarakat, dan khawatir akibat komsumsi daging anjing, yang status kota zero rabies, menjadi zona rabies, hewan tersebut tidak layak dikonsumsi dan hewan ternak yang tidak boleh dikonsumsi manusia," ujarnya.

Selain itu, Animals Hope Shelter mengaku masih menemukan titik rumah jagal dan peredaran daging anjing di Kota Solo dan Karanganyar

Christian Joshua Pale mengatakan, mereka saat ini melakukan investigasi dan menemukan peredaran penjualan daging anjing. 

Selain itu, ada hal yang dia sesalkan terjadi di Solo Raya, yakni penjualan daging anjing sudah dianggap lumrah oleh masyarakat.

Baca juga: Kera di Ngemplak Boyolali Meresahkan Warga, Petugas Damkar Usir dengan Anjing Penjaga 

Baca juga: Heboh Menag Soal Analogi Toa Masjid & Gonggongan Anjing, Muhammadiyah Karanganyar Sarankan Tabayyun 

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved