Penyebab Asam Lambung Sering Kambuh Ketika Puasa, Berikut Penjelasan Pakar

Penyebab Asam Lambung Sering Kambuh Ketika Puasa, Berikut Penjelasan Pakar

Penulis: Tribun Network | Editor: Eka Fitriani
(Emily Frost)
Ilustrasi asam lambung 

TRIBUNSOLO.COM - Ibadah puasa merupakan tantangan tersendiri bagi penderita asam lambung.

Hal tersebut dikarenakan saat puasa, tak jarang asam lambung kambuh.

Mengapa asam lambung sering kambuh saat berpuasa? Simak penjelasan pakar berikut ini.

Puasa mewajibkan muslim menahan haus dan lapar dari pagi hari hingga menjelang petang. Hal itu bisa menyebabkan asam lambung naik. Biasanya asam lambung naik saat tidak ada makanan yang dapat diproses oleh cairan.

Baca juga: Tips Mencegah Asam Lambung Naik saat Puasa, Minum Ini saat Sahur atau Berbuka

Baca juga: Berikut Cara Ampuh Penderita Asam Lambung Tetap Nyaman Saat Berpuasa, Salah Satunya Tak Makan Banyak

Untuk menjawab hal itu, Dosen dari Universitas Airlangga (Unair), Muhammad Miftahussurur angkat suara.

Menurut dia, asam lambung kerap naik saat puasa yang disebabkan perut dalam keadaan kosong.

Hal tersebut dapat menimbulkan perasaan sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dia menyatakan, dalam memilih makanan untuk berbuka atau sahur, umat muslim yang berpuasa disarankan tetap memperhatikan 3J (jenis, jumlah dan jadwal).

Iklan untuk Anda: Sebuah kamera dipasang dalam kuburan dengan mayat: Rekamannya akan mengejutkan
Advertisement by
 
"Saya sangat sering menganjurkan kepada pasien untuk yakin bahwa dengan berpuasa akan dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung. Asalkan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran," kata dia melansir laman Unair, Selasa (5/4/2022).

Di agama Islam, sambung dia, telah menuntun agar umatnya dapat berpuasa dengan baik dan benar.

Jadwal makan, sebut dia, dapat dicontohkan pada saat berbuka. Dengan mendahulukan takjil sebagai makanan pembuka supaya tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang beristirahat setelah sekian jam.

Kemudian diikuti dengan makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur.

"Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang sering menjadi permasalahan. Tidak sahur, makan sebelum tidur sehingga gangguan lambung menjadi kambuh," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair.

Di sisi lain, ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempengaruhi terhadap lambung.

Misalnya, makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved