Berita Klaten Terbaru

Kisah Soedomo, Bupati Pertama Klaten: Dokter Gigi, Perintis Berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi UGM

Tak banyak yang tahu jika Kabupaten Klaten pernah dipimpin oleh seorang dokter gigi di awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Tayang:
TribunSolo.com/Ibnu Dwi Tamtomo
Patung Drg. Soedomo, Dokter Gigi yang Pernah Memimpin Bupati Klaten 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Tak banyak yang tahu jika Kabupaten Klaten pernah dipimpin oleh seorang dokter gigi di awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Adalah sosok (drg) Soedomo

Masa kepemimpinannya hanya selama 2 tahun pada periode 1948-1950.

Baca juga: Pelatih Anyar Manchester United, Wayne Rooney Pilih Mauricio Pochettino : Sosok Manajer Top

Baca juga: Sosok Brian Edgar Tersangka Baru Kasus Binomo : Lulusan Rusia yang Punya Peran Rekrut Indra Kenz

Sebelum ditunjuk menjadi Bupati Klaten, Soedomo pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Kabupaten Klaten. 

"Beliau adalah Bupati Klaten pertama setelah Kemerdekaan RI, dari tahun 1948 hingga 1950," ungkap Analis Cagar Budaya dan Museum Disbudporapar Klaten, Satyawira kepada TribunSolo.com, Senin (4/4/2022). 

Satyawira mengungkapkan, jika selama menjabat sebagai Bupati Klaten, Soedomo tidak memiliki kantor tetap. 

Karena saat itu bertepatan dengan agresi militer Belanda yang kedua. 

"Dulu pernah, Soedomo itu mengendalikan pemerintahan di rumah persembunyiannya di daerah Kecamatan Cawas dan tempat itu bukan miliknya, itu milik orang. Saat itu sedang Agresi Militer Belanda yang ke-2," jelasnya.

Baca juga: Kisah 2 Pemuda di Bojonegoro Beli Motor Pakai Uang Koin Hasil Menabung: Hadiah untuk Ibunda

Ditempat tersebut, Soedomo melakukan aktivitas Pemerintahan sementara Kabupaten Klaten sekaligus bertempat tinggal disana.

Ditempat itu juga dijadikan kantor Dinas Kesehatan Kota Klaten yang saat itu dijabat oleh Dr. Soejadji Tirtonegoro. 

Diketahui Rumah tersebut adalah milik Karso Dimedjo yang saat itu berprofesi sebagai seorang petani. 

Sejak tahun 2007, rumah yang berlokasi di Dukuh Turunan, Desa Japanan, Kecamatan Cawas, Klaten, telah resmi ditetapkan sebagai benda cagar budaya, karena memiliki nilai historis perjuangan melawan Belanda.

Baca juga: Kisah Sedih Narno di Wonogiri : Cari Sesuap Nasi, Kedua Tangannya Sampai Diamputasi Usai Kesetrum

Satyawira mengatakan jika setelah melepas jabatannya sebagai Bupati Klaten, Soedomo lebih banyak menghabiskan waktu sebagai seorang pendidik di Universitas Gajah Mada. 

"Setelah jadi Bupati, kemudian beliau kembali ke UGM untuk merintis Fakultas Kedokteran Gigi UGM," tambahnya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved