Berita Wonogiri Terbaru
Kacang Mete Wonogiri Diburu Jelang Lebaran, Penjual Oleh-oleh Full Senyum
Menjelang momentum lebaran, toko-toko penjual oleh-oleh khas Wonogiri mulai diserbu pembeli.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Menjelang momentum lebaran, toko-toko penjual oleh-oleh khas Wonogiri mulai diserbu pembeli.
Banyak masyarakat yang mulai membeli kacang mete untuk dijadikan oleh-oleh maupun hidangan sajian di hari raya nanti.
Salah satu penjual mete di Pasar Kota Wonogiri, Wiwit (36) mengatakan, seiring tingginya animo masyarakat untuk membeli mete, harga mete di pasaran juga ikut merangkak naik.
Baca juga: Viral Uang Kertas Dicuci dan Disetrika Agar Tampak Baru saat Lebaran, Ini Kata Bank Indonesia
Baca juga: Manfaat Kacang Mete bagi Kesehatan, Menjaga Kesehatan Mata hingga Berat Badan Tetap Ideal
"Jelang lebaran ini pembeli mete naik sekitar 60-70 persen dari jumlah pembeli hari biasanya," kata dia, kepada TribunSolo.com, Kamis (14/4/2022).
Wiwit menjelaskan, sebelum masuk Ramadan lalu, banyak reseller mulai membeli mete di tokonya. Dia memperkirakan sepuluh hari jelang lebaran nanti, masih ada reseller yang membeli.
Sementara untuk pembeli yang dikonsumsi sendiri, kebanyakan mulai membeli mete di tokonya mulai dari pertengahan Ramadan hingga nanti setelah lebaran.
Selain itu, mendekati lebaran nanti, banyak pemudik yang mencari mete bahkan sampai pasca lebaran. Pasalnya mete tersebut biasanya dibawa sebagai oleh-oleh saat kembali ke tanah perantauan.
"Untuk saat ini, harga mete naiknya sudah banyak. Jika hari biasa Rp 135.000 per kilo, saat ini sudah Rp 165.000. Itu mete yang digoreng, kalau mentah selisih Rp 5.000," jelasnya.
Menurut Wiwit, kenaikan harga mulai terjadi di awal Ramadan hingga pertengahan nanti. Menjelang hari H hingga setelah lebaran, harga mulai turun.
Baca juga: Sederet Makanan yang Kaya Akan Vitamin K, Ada Alpukat hingga Kacang Mete
Adapun selama lebaran, Wiwit mengaku bisa menghabiskan tiga kwintal mete untuk konsumen. Itu belum termasuk yang dijual reseller.
"Selain mete, jelang lebaran yang banyak dibeli konsumen itu tempe kripik benguk dan emping mentah. Kalau makanan seperti itu saya beli. Kalau mete produksi sendiri," ujarnya.
Namun, selama pandemi Covid-19 menghantam, para pembeli beralih memesan secara online kemudian dikirim melalui paket.
"Jadi penjualan meningkat namun yang datang ke toko menurun. Tapi untuk tahun ini jumlah pembeli sudah meningkat banyak dibanding dua tahun sebelumnya. Mete ini kan untuk suguhan saat lebaran," tandas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Penampakan-kacang-mete-khas-Wonogiri.jpg)