Berita Wonogiri Terbaru

Moncernya Kacang Mete Wonogiri, Meski Harga Tembus Rp 160 Ribu per Kg, Permintaan Tetap Tinggi  

Waktu-waktu mendekati lebaran Idul Fitri 2022, animo masyarakat untuk membeli kacang mete mulai tinggi.

TribunSolo.com/Erlangga Bima Sakti
Kacang Mete khas Wonogiri. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti

TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Waktu-waktu mendekati lebaran Idul Fitri 2022, animo masyarakat untuk membeli kacang mete mulai tinggi.

Harga kuliner yang sering dijumpai saat lebaran maupun untuk oleh-oleh para perantau itu pun kini sudah mulai merangkak naik.

Salah satu pengepul dan pedagang mete, Syamiyem (70) menuturkan harga mete mentah maupun mete matang memang sudah tinggi.

Baca juga: Kacang Mete Wonogiri Diburu Jelang Lebaran, Penjual Oleh-oleh Full Senyum 

Baca juga: Manfaat Kacang Mete bagi Kesehatan, Menjaga Kesehatan Mata hingga Berat Badan Tetap Ideal

"Kalau sekarang sudah pasti harganya tinggi, ada kenaikan harga mete jelang lebaran," kata Syamiyem, kepada TribunSolo.com, Kamis (14/4/2022).

Dia menjelaskan, harga mete kualitas super Rp 160 ribu per kilonya. Sementara kualitas biasa dibanderol seharga Rp150 ribu, itu untuk mete matang.

Untuk mete mentah, kata dia, kualitas super dihargai sebesar Rp 150 ribu per kilogram sedangkan untuk kualitas biasa Rp 140 ribu.

Menurutnya, itu merupakan harga mentok atau harga tertinggi di ramadan tahun ini. Pasalnya itu sudah terlalu mahal.

"Tiga tahun lalu pernah sampai Rp170.000 per kilogram, itu karena dibarengi dengan gagal panen. Kalau saat ini ya karena banyak konsumen jelang lebaran," jelas Syamiyem.

Harga tersebut merupakan harga untuk sesama pedagang mete atau reseller maupun konsumen langsung.

Baca juga: Camilan Ampyang Jawa, Kuliner Manis Khas Solo: Perpaduan Kacang, Gula dan Jahe

Namun pihaknya lebih banyak menjual mete ke pedagang. Dengan begitu, harga ke konsumen tentunya lebih tinggi.

Sejak sebelum ramadan dia mengaku sudah mulai menerima banyak pesanan dari reseller. Biasanya mete buatannya dijual hingga ke Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.

"Sebelum puasa kemarin pernah kirim ke luar kota empat ton. Tapi harganya masih Rp 140 ribu. Harganya kan naik turun, lima bulan sebelum puasa pernah Rp 120 ribu," ujar Syamiyem.

Sementara itu, pada pertengahan ramadan seperti ini, Syamiyem mengaku mulai mengurangi produksi mete dengan hanya melayani partai kecil.

"Kalau sekarang hanya tinggal stok kecil-kecil saja. Kalau harga mete sudah mahal seperti ini, pembeli itu tidak sebanyak seperti saat mete murah. Saat ini ya tetap ada yang saya jual ke reseller dan konsumen, tapi tidak banyak. Pandemi Covid-19 ini juga ngaruh," pungkas Syamiyem. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved