Berita Solo Terbaru

Bicara Ruang Terbuka Hijau di Solo, Gibran Sebut Masih Kurang Banyak 

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meresmikan Kebun Agro Rotary di Sanggar Anak Merdeka, Danukusuman, Serengan, Solo, Jawa Tengah.

Tayang:
TribunSolo.com/Tara Wahyu
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meresmikan Kebun Agro Rotary di Sanggar Anak Merdeka, Danukusuman, Serengan, Solo, Jawa Tengah, Selasa (19/4/2022). 

Usai menandatangani prasasti sebagai simbol peresmian, diserahkan 1.000 bibit pohon. 

Bahkan Gibran langsung melakukan penanaman pohon. Pohon Kluwih menjadi pohon yang ditanam Gibran dengan sekop.

Baca juga: Lagi-lagi Gibran Ingatkan Mobil Dinas Dilarang untuk Mudik : Jangan Ganti Plat, Ditinggal Semuanya!

Baca juga: Refleksi Setahun Memimpin, Gibran Bicara Soal Isu Jadi Gubernur: Saya Tidak Akan Tinggalkan Solo 

Dia didampingi oleh Camat dan Lurah setempat serta Rotary Club Solo Kartini. 

Saat ditemui, Gibran menegaskan bahwa ruang terbuka hijau (RTH) di Solo saat ini masih jauh dari target. 

"Kurang banyak banget, kita perbaiki nggak terawat (soalnya). Masih jauh-jauh banget dari target," kata Gibran, kepada TribunSolo.com. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Gatot Sutanto membenarkan masih kurangnya RTH di Solo. Saat ini, tercatat baru ada 12,45 persen RTH di Kota Bengawan.

Baca juga: Tahun Lalu Ada Kasus Pungli Berkedok THR, Gibran : Tahun Ini Nggak Ada, Kalau Ada Laporkan Aku 

"Kalau mendasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), RTH kita baru 12,45 %. Dimana menurut aturan, RTH publik sebesar 20 %, jadi masih kurang 7,55 % atau setara 352.64 hektare," kata Gatot. 

Dikatakan Gatot, keberadaan RTH memiliki sejumlah fungsi. Seperti fungsi ekologis dimana pohon dapat memberikan keteduhan bagi warga, pertukaran oksigen dengan karbon dioksida. 

Selain itu, juga mengurangi peningkatan suhu lingkungan mikro hingga mampu menyerap pulotan.

"Kita upayakan lahan sempit tapi tutupan lahannya luas. Contoh seperti pohon yang menaungi ruas jalan, tanaman merambat," jelas dia. 

"Walau hanya luas lahan yang sempit tapi dedaunannya meluas. Sehingga fungsi ekologis nya relatif banyak," tambahnya.

Baca juga: Crazy Rich Tanjung Priok Sahroni Ajak Gibran Bertemu di Solo: Silakan Datang Saja

RTH juga memiliki fungsi lain seperti fungsi sosial hingga fungsi ekonomi. Dikatakan Gatot, RTH juga bisa menjadi resapan air. 

"Sehingga dengan lahan yang sempit bisa menampung run off yang banyak. Bahkan bisa melebihi luasan lahan yang biasa," katanya. 

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved