Berita Klaten Terbaru
Tanahnya Ditebus Proyek Tol Solo-Jogja, Romdiyah Langsung Minta Dikeluarkan dari Daftar Penerima BLT
Romdiyah (33), warga Dukuh Krangkungan, Ngawen, Klaten, mundur dari daftar penerima BLT, setelah tanahnya ditebus proyek tol Solo-Jogja
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Aji Bramastra
"Yang dapat UGR itu ada 60 KPM, tapi yang mengundurkan diri dari PKH itu ada 20 KPM. Karena yang 40 orang cuma dapat sedikit, rata-rata kurang dari Rp 10 juta," jelasnya.
"Kalau menerima PKH bervarisasi ada yang setahun ada yang sudah beberapa tahun," tambahnya.
Dwi menegaska, jika pendamping tidak boleh memaksa KPM untuk keluar dari program tersebut.
"Semua yang keluar itu tidak ada pemaksaan dari pendamping atau dari pihak manapun, itu murni keputusan sendiri," katanya.
Dwi menjelaskan, nantinya untuk menggantikan kuota 20 KPM yang ditinggalkan tersebut menunggu pendataan dari Pemerintah Desa.
"Untuk kuota 20 KPM yang sudah graduasi, nantinya menunggu keputusan dari desa. Semua menunggu pendataan baru dari desa yang nanti akan diajukan ke Dinas Sosial,"
Menurutnya kehadiran Program Keluarga Harapan (PKH) sangat dirasakan manfaatnya oleh ibu-ibu keluarga penerima manfaat dalam membantu perekonomian mereka.
Total PKH Kecamatan Ngawen ada sekitar 1900 KPM dengan rata-rata setiap desa sekitar 160 KPM yang terbagi dalam 13 desa.
Saya selaku koordinator bangga atas kesadaran dan tidak ada paksaan untuk keluar dari program keluarga harapan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fakta-jalan-tol-solo-jogja.jpg)