Berita Klaten Terbaru
Tanahnya Ditebus Proyek Tol Solo-Jogja, Romdiyah Langsung Minta Dikeluarkan dari Daftar Penerima BLT
Romdiyah (33), warga Dukuh Krangkungan, Ngawen, Klaten, mundur dari daftar penerima BLT, setelah tanahnya ditebus proyek tol Solo-Jogja
Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Aji Bramastra
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo
TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Banyak orang yang berkecukupan tak merasa malu masuk dalam daftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) alias para warga penerima BLT subsidi pemerintah.
Maklum, siapa sih yang tak ingin mendapat uang?
Baca juga: Kejadian Unik di Proyek Jalan Tol Solo-Jogja : Ada Tanah dengan Gugatan Terbanyak hingga 4 Kali
Tapi, ada juga orang yang sadar diri, dan mundur dari program ini.
Dia adalah Romdiyah (33), warga Dukuh Krangkungan RT 17 RW 7, Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten.
Secara suka rela Romdiyah bersedia mengundurkan diri dari KPM PKH setelah beberapa tahun mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Romdiyah mundur, setelah tanahnya dapat ganti rugi pembangunan Tol Solo-Jogja.
"Saya menerima uang ganti rugi itu sejak bulan Desember 2022," kata Romdiyah saat ditemui TribunSolo.com, Kamis (21/4/2022) di rumahnya.
"Saya memutuskan keluar dari program tersebut mulai bulan Januari karena sadar diri, udah dapat rejeki terdampak tol, karena saya yakin yang membutuhkan masih banyak jadi saya milih untuk keluar," ungkapnya.
Baca juga: Kejadian Unik di Proyek Jalan Tol Solo-Jogja : Ada Tanah dengan Gugatan Terbanyak hingga 4 Kali
Baca juga: Viral Proyek Pembangunan Dermaga Kayu Senilai Rp170 Juta Bikin Warganet Geram, Kini Diperiksa KPK
Menurut Romdiyah, keputusan tersebut diambil bersama suaminya, setelah melihat keadaan yang sekarang.
"Sebelum memutuskan keluar dari PKH saya berdiskusi dulu dengan suami. Dan setelah berdiskusi panjang, akhirnya sepakat untuk keluar. Sebagai bentuk syukur keadaan yang sekarang," jelas Romdiyah.
Dirinya tak sendiri, bersama 3 KPM yang masih tetangga dekat juga mengambil keputusan yang sama untuk keluar dari KPM PKH.
Diketahui, Romdiyah menjadi KPM PKH sudah sejak 2019. Saat itu dia mendapatkan untuk 2 anaknya yang masih balita dan sekolah dasar.
"Saya menerima bantuan PKH itu sejak 2019, Walaupun tidak menerima banyak tapi saya manfaatkan untuk sekolah anak," jelasnya.
"Saya terima bertahap itu 975 kalau saya dapat dua komponen satu balita dan satu untuk SD. Untuk sekarang anak saya sudah 14 tahun SMP dan 7 tahun SD," jelanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fakta-jalan-tol-solo-jogja.jpg)