Petaka Kereta Kelinci di Boyolali
Tragedi Kereta Kelinci Maut Boyolali Membawa Duka, Budiman Sedih Sepupunya Ibu & Anak Meninggal
Kecelakaan maut kereta kelinci di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali menyisakan duka yang mendalam bagi Budiman.
Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI - Kecelakaan maut kereta kelinci di Dukuh Dawung, Desa Sempu, Kecamatan Andong, Boyolali menyisakan duka yang mendalam bagi Budiman.
Bagaimana tidak, dua korban meninggal dalam insiden itu adalah keluarganya.
Yakni adik sepupunya serta keponakan yang masih balita.
Baca juga: Detik-detik Kecelakaan Karambol Maut di Tol Solo-Ngawi Karanganyar, Kernet Sempat Teriak
Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Tragedi Kereta Kelinci Maut Boyolali: Melaju Kencang di Jalan Menurun
Dua korban meninggal itu adalah ibu dan anak.
Adik sepupunya bernama Ida Kumala Sari (30) dan anaknya TM (4).
Di RSUD Waras Wiris Andong, Budiman awalnya terlihat lemas.
Dia pun duduk bersandar di tembok dekat dengan ruang IGD.
Baca juga: BREAKING NEWS : Kereta Kelinci Super Tayo Terperosok di Andong Boyolali, Dua Orang Penumpang Tewas
Dia pun terlihat tengah menelpon seseorang mengabarkan kondisi terkini di rumah sakit.
"Yang meninggal itu keluarga saya. Bu Lik saya dan anaknya. Jadi yang meninggal itu ibu dan anak, " jelasnya.
Dia mengaku awalnya tak menyangka jika keluarga bakal menjadi korban Kecelakaan ini.
Dia yang saat kejadian lagi berada di rumah untuk memetik buah Sawo, tiba-tiba mendapat informasi jika kereta kelinci yang ditumpagi warga di satu RTnya mengalami musibah.
Dia pun kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk memastikan apakah ada korban atau tidak.
"Di lokasi ternyata ada korban meninggal dua orang. Awalnya saya tidak tau kalau itu adik dan keponakan saya. Tapi kemudian saya mendapat kabar jika yang meninggal itu Ida dan anaknya," jelasnya.
Dia pun langsung lemas. Sendi -sendi tulang tubuhnya seakan lepas.
Baca juga: Solo Diguyur Hujan 2 Jam, Rel Jalan Slamet Riyadi Tergenang, Kereta Api Jaladara Tetap Menerjang