Kuliner Solo
Kuliner Unik di Karanganyar: Nikmatnya Tongseng Bekicot, Jangan Lupa Mampir Kalau ke Tawangmangu
Nikmatnya tongseng bekicot di Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, pedas manisnya terasa.
Penulis: Reza Dwi Wijayanti | Editor: Hanang Yuwono
Nah, bagi kamu yang suka dengan makanan anti mainstream bisa mencoba sate di rumah makan ini.
Soal harga, sate ini tidak bikin kantong jebol.
Karena kamu cukup merogoh kocek sekira Rp 30 ribuan maka bisa merasakan sensasi menyantap sate landak.
Selain sate, warung makan ini juga menyediakan tongseng, hingga rica-rica.
Harganya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per porsi.
"Ramainya itu Sabtu dan Minggu.
Bisa potong hingga 2-3 ekor.
1 kilogram daging landak bisa menjadi 25 porsi," ujar Sukatno dikutip dari Tribunjateng, Rabu (23/2/2022).
Rupanya Sukatno mendapatkan bahan baku masakan dari setoran berbagai daerah.
Demi mencukupi kebutuhan landak, selain menggantungkan pada setoran dia juga mengembangbiakkan landak di dekat rumahnya.
Sementara itu, dia juga menceritakan sejarah RM Gunung Mas.
Ternyata pada 1998, Sukatno mulai menanam salak di kebun belakang rumah.
Namun, setiap malam landak selalu datang ke kebun dan memakan salak.
"Berbulan-bulan saya jengkel, kemudian memesan semacam perangkat tikus tapi agak besar.
Sore dipasang (perangkap), pagi harinya ada landak masuk.
Baca juga: Sate Kelinci Pak Peng, Kuliner Favorit di Sragen yang Tak Boleh Dilewatkan, Bumbu Kecapnya Juara
Saya bingung menyembelihnya bagaimana.
Setelah disembelih, saya berikan kepada istri untuk dimasak.
Setelah dimakan saya heran, dagingnya empuk," jelasnya.
Karena setiap hari sering mendapat landak, Sukatno memberanikan diri membuka warung sate landak.
(*)