Berita Terbaru Sragen
Wabah PMK di Sragen Meluas, Jangkiti 39 Ekor Sapi di 10 Kecamatan: Pasar Hewan Rencana akan Ditutup
Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti ternak di Kabupaten Sragen semakin meluas. Sudah ada 39 ekor sapi yang suspek terjangkit PMK.
Penulis: Septiana Ayu Lestari | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti ternak di Kabupaten Sragen semakin meluas.
Awalnya, kasus positif PMK pada sapi ditemukan di Kecamatan Plupuh dan Kecamatan Tanon, masing-masing 3 ekor.
Tak berlangsung lama, kasus suspek PMK dialami empat ekor sapi di Kecamatan Karangmalang, dan 1 ekor sapi di Kecamatan Jenar.
Baca juga: Hasil Swab 6 Ekor Sapi di Sragen Positif Terpapar PMK, Penularan dari Jawa Timur
Baca juga: Nasib Pilu Peternak di Karanganyar : Beli Lewat Online, Eh Ternyata Sapinya Malah Suspect Virus PMK
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen, Rina Wijayanti menjelaskan jika sudah ada 39 ekor sapi yang suspek PMK.
"Suspek PMK per 27 Mei 2022 ada 39 ekor tersebar di 10 kecamatan," ujarnya saat dihubungi TribunSolo.com, Sabtu (28/5/2022).
Kasus sapi yang terjangkit PMK terbanyak ditemukan di Kecamatan Plupuh sebanyak 13 ekor, diikuti di Kecamatan Miri sebanyak 7 ekor.
Kecamatan Sidoharjo diketahui terdapat 5 ekor sapi suspek PMK, disusul Kecamatan Karangmalang sebanyak 4 ekor sapi, dan di Kecamatan Tanon ada 3 ekor sapi.
Kemudian, dua ekor sapi yang terjangkit PMK ditemukan di Kecamatan Sumberlawang dan Kecamatan Miri.
Baca juga: Boyolali Akhirnya Ikut Tutup Pasar Hewan Antisipasi PMK, Cegah Pedagang Luar Daerah Masuk
Baca juga: Satu Sapi Milik Peternak Lokal Wonogiri Terpapar PMK, Langsung Dilakukan Karantina
Sedangkan di Kecamatan Jenar, Kecamatan Kalijambe dan Kecamatan Gemolong masing-masing ditemukan satu kasus.
"Sehingga total ada 39 suspek dan yang sudah sembuh sebanyak 6 ekor di Kecamatan Plupuh dan Tanon," ujarnya.
Meski meluas, hingga hari ini Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sragen belum menutup Pasar Hewan yang ada di Bumi Sukowati.
Keputusan penutupan pasar hewan baru akan keluar secara resmi pada Senin mendatang.
"Surat resmi baru ditentukan besok Senin, belum bisa memberikan informasi resmi," terangnya.
Di Sragen sendiri terdapat 6 pasar hewan, yang tersebar di Sumberlawang, Sragen, Sukodono, Tanon, dan dua Pasar hewan di Sambirejo.
Hingga kini, lalu lintas ternak belum ditutup, melainkan hanya diberlakukan penyekatan saja.
(*)