Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Boyolali Terbaru

Dua Kecamatan di Boyolali Zona Merah PMK, Sudah Ada Tiga Sapi Suspek yang Mati

Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyebar di Boyolali. Kedua kecamatan itu, yakni Kecamatan Mojosongo dan Ampel.

Penulis: Tri Widodo | Editor: Ryantono Puji Santoso
TribunSolo.com/Tri Widodo
Pemeriksaan hewan di Pasar Hewan Boyolali di Desa Jelok, Cepogo Boyolali. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI- Penyakit mulut dan kuku (PMK) telah menyebar di Boyolali.

Dua kecamatan yang terdapat kasus positif PMK telah ditetapkan sebagai zona merah.

Kedua kecamatan itu, yakni Kecamatan Mojosongo dan Ampel.

Baca juga: Peternak & Blantik Menjerit Pasar Sapi di Wonogiri Lockdown, Jekek : Jika PMK Meluas Lebih Rugi Lagi

Baca juga: Boyolali Akhirnya Ikut Tutup Pasar Hewan Antisipasi PMK, Cegah Pedagang Luar Daerah Masuk 

Di Mojosongo dari 360 hewan ternak yang ditracing, sebanyak 232 ternak dinyatakan suspek dan 15 dinyatakan positif.

Tiga ekor sapi yang mengalami suspek PMK itupun mati dan lima ternak juga dipotong paksa.

Tiga sapi itu terdiri dari 2 ekor sapi bunting dan seekor pedet (anakan sapi).

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Disnakan Boyolali Afiany Rifdania mengatakan, sapi yang mati belum positif PMK.

Baca juga: Satu Sapi Milik Peternak Lokal Wonogiri Terpapar PMK, Langsung Dilakukan Karantina

Ketiga sapi tersebut memiliki kormobid, atau ada faktor lain penyebab parahnya penyakit. Ketiga ternak tersebut memiliki komorbid. 

"Ketiganya komorbid semua. Karena bunting kalau kena (Gejala) PMK dan badannya demam jadi sangat berbahaya. Yang kasus itu dua ekor betina bunting itu melahirkan, tapi induknya mati. Terus yang satu pedet, juga gak kuat (Ikut mati,red). Semua bergejala PMK. Yakni ngeces (Berliur) dan ada lesi di lidah atau mukosa mulut," terangnya

Temuan tersebut membuat wilayah Mojosongo masuk zona merah PMK. 

Selain itu zona merah PMK juga di Kecamatan Ampel. Terdapat 554 ternak yang masuk tracing. Hasilnya ada 24 ternak dinyatakan suspek dan enam positif PMK.

Namun, enam ternak yang positif PMK tersebut sudah dinyatakan sembuh.

Baca juga: Bukan PMK, Penyakit Babesiosis Lebih Mematikan Ternak, Kasusnya Ditemukan di Mondokan Sragen

Sedangkan daerah yang masuk zona kuning PMK meliputi Selo dengan temuan lima suspek, Gladagsari ditemukan 7 suspek dan Cepogo 36 suspek. 

"Lalu di Musuk ada temuan 13 suspek, Tamansari tiga suspek dan Karanggede 16 suspek. Sedangkan total tracing yang kami lakukan sebanyak 4.473 ternak dengan total 360 ekor suspek dan 21 ternak dinyatakan positif PMK. Untuk yang sembuh, baik karena suspek ataupun positif ada 41 ekor," katanya. 

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boyolali, Lusia Dyah Suciati, untuk kasus kematian sapi tersebut memang dilematis.

“Soalnya ketika sapi bunting suspek maka pemberian obatnya pasti terbatas. Kami tak bisa memberikan dalam dosis penuh. Kondisi fisik dan imunitas sapi pun juga menurun,” terang Lusia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved