Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Biodata Tokoh

Biodata Dian Fransisca Maharani, Dosen Bahasa Inggris Pencetus Ide Learning Center Rumahan di Klaten

Siska mengaku memulai kebiasaan mengoleksi buku jauh sebelum anak pertamanya yang saat ini telah berusia 12 tahun lahir.

Penulis: Ibnu Dwi Tamtomo | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/IBNU D TAMTOMO
Biodata Dian Fransisca Maharani 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Berawal dari keinginan mengarahkan aktivitas anak untuk mendapatkan hasil yang positif sekaligus membatasi penggunaan gawai, akhirnya membuat Dian Fransisca Maharani berinisiatif mengubah rumahnya jadi perpustakaan.

Dia membuat ruang utama rumahnya menjadi perpustakaan dengan koleksi buku dan permainan edukatif agar anak menjadi gemar membaca.

"Konsep di rumah kami, itu tanpa televisi dan minim gawai, anak anak boleh pegang gawai karena saya tidak anti gawai tapi dengan pengawasan dan pengaturan," kata perempuan 38 tahun yang akrab disapa Siska ini, kepada TribunSolo.com, Rabu (1/6/2022).

Siska mengaku memulai kebiasaan mengoleksi buku jauh sebelum anak pertamanya yang saat ini telah berusia 12 tahun lahir.

Baca juga: Biodata Lurah Jebres Lanang Aji : Fokus Kembalikan Potensi Kesenian Jebres Lewat Kamis Pahingan

Baca juga: Biodata Indira Larasati Penembak Cantik yang Raih Piala di Danjen Kopassus Shooting Championship2022

"Saya sudah mempersiapkan sebelum anak pertama saya lahir, saya sudah gemar mengkoleksi buku," kata Siska.

Lewat cara tersebut, Siska menginginkan anak-anaknya meningkatkan kemampuan berbahasa dengan stimulus buku bacaan dan mainan edukatif.

Selain itu agar rumahnya tidak hanya menjadi sarana tempat tinggal tapi jadi wahana belajar untuk anak-anaknya.

"Sebisa mungkin setiap sudut rumah ini agar bisa dijadikan learning corner. Seperti di pintu saya tulis kamar tidur, di kulkas juga. Saya berharap agar anak terstimulasi untuk belajar," tegasnya.

Hal tersebut pilih sebagai solusi atas masalah yang dirinya temui yaitu banyak anak yang darurat membaca.

Sekaligus untuk menumbuhkan kembangkan minat baca sang anak.

"Alternatif kegiatan yang saya berikan adalah memberikan buku bacaan yang menarik untuk mereka, selain itu juga memberikan mainan edukatif yang bisa melibatkan kami sebagai orang tua atau dengan teman-teman mereka," ungkap Siska .

Dirinya mengatakan, efek positif dari kegiatan tersebut membuat komunikasi dan kedekatan antara anak-anak dan dirinya terbangun harmonis.

Siska menjelaskan, ia dahulu hanya menerapkan hal itu untuk anak-anaknya saja, namun lambat laun dirinya berpikir untuk melibatkan anak-anak sekitar tempat tinggalnya agar anak-anaknya lebih mudah bersosialisasi.

Dan kini, setiap hari selalu ada anak-anak disekitar rumahnya yang main kerumah untuk memanfaatkan ruang belajar dirumahnya.

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved