Berita Wonogiri Terbaru
Suspek PMK Tinggi, Penutupan Pasar Hewan di Wonogiri Diperpanjang Dua Pekan
Penutupan seluruh pasar hewan yang ada di Wonogiri buntut temuan PMK dipastikan bakal berlanjut hingga dua pekan kedepan.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Penutupan seluruh pasar hewan yang ada di Wonogiri buntut temuan PMK dipastikan bakal berlanjut hingga dua pekan kedepan.
Seperti diketahui, seluruh pasar hewan di Wonogiri di lockdown sejak Selasa (24/5/2022) hingga Senin (6/6/2022) atau hari ini.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menuturkan pihaknya akan memperpanjang masa lockdown seluruh objek strategis transaksi jual-beli ternak itu selama dua pekan lagi.
Baca juga: Update Kasus PMK Karanganyar: 7 Ekor Sapi yang Sempat Positif Sembuh, Kini Dinyatakan Negatif
Baca juga: Sosok Gita Selfira, Gadis 21 Tahun Joki Tong Setan: Keliling Indonesia, Naik RX King Hibur Penonton
Pihaknya enggan apabila kasus PMK di Wonogiri semakin meluas sehingga menimbulkan kerugian yang lebih besar, apalagi mendekati Hari Raya Idul Adha.
"Pertimbangannya dulu agar aspek penularan bisa dikendalikan dan segera dalam kondisi normal. Ini perkembangannya tidak semakin membaik, karena kasus suspek hari ini cukup tinggi," kata dia, kepada TribunSolo.com, Senin (6/6/2022).
Menurut Bupati, pihaknya menemukan kasus-kasus suspek tinggi di daerah tertentu, yakni Kecamatan Bulukerto dan Purwantoro.
Perpanjangan penutupan pasar hewan itu, kata Joko Sutopo, sesuai dengan pertimbangan aspek klinis hasil koordinasi bersama dengan dinas teknis terkait.
Jekek, begitu juga dia disapa menuturkan hingga hari ini, terdapat 179 sapi suspek PMK, dimana pihaknya masih menunggu hasil lab untuk menentukan status sapi itu.
Baca juga: Pemkab Sragen Tutup Seluruh Pasar Hewan Antisipasi Penyebaran PMK, Peternak Ngaku Rugi
Sementara sapi yang masih menjalani perawatan dan pengobatan ada 5 ekor, 23 sapi dinyatakan sembuh dan 1 ekor sapi dinyatakan mati beberapa waktu lalu.
"Evaluasinya kami memperkuat media sosialisasi, pemahaman apa itu PMK khususnya untuk para pelaku. Yang tidak kalah penting, persiapan distribusi sapi atau kambing kurban kota-kota besar. Kan ada syarat legalitas yang harus dipenuhi," ujar Jekek.
Dibagian lain, Jekek mengaku sudah mendapat instruksi dari Provinsi Jateng untuk pembentukan unit reaksi cepat (URC). Pihaknya nanti akan melaporkan kinerja dari URC tersebut.
Sementara itu, selama masa perpanjangan penutupan pasar hewan, Jekek menyebut pihaknya akan melakukan tindakan yang lebih tegas.
"Kita melakukan monitoring dan pengawasan terhadap lalu lintas ternak. Juga memberikan ketegasan dinas tidak akan mengeluarkan rekomendasi kalau memang tidak memenuhi kualifikasi," jelasnya.
Baca juga: Sapi di Sukoharjo Berjatuhan Diserang PMK : Ada Tambahan 23 Kasus, Tapi 21 Sapi dan Domba Sembuh
Pihaknya tak menampik kebijakan itu akan menimbulkan pro dan kontra. Jekek menegaskan, pemkab terbuka dengan kritik yang disampaikan, yang jelas kebijakan diambil dengan berbagai pertimbangan.
Selama masa lockdown, pihaknya juga masih menemukan lalu lintas perniagaan sapi lintas daerah maupun dari wilayah lokal.
"Fakta di lapangan kita masih menemukan itu, entah itu lintas daerah atau wilayah lokal. Misalnya dari Bulukerto terjadi transaksi ke Puh Pelem, tapi sapinya dari wilayah lain itu juga terjadi," pungkas Jekek. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Bupati-Wonogiri-Joko-Sutopo-alias-Jekek.jpg)