Berita Solo Terbaru
Bentangkan Poster #SaveWadas saat Ganjar Pidato, Mahasiswa UNS : Wadas Belum Selesai
Permasalahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masih belum selesai. Hal itu diungkapkan mahasiswa UNS
Penulis: Agil Trisetiawan | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di UNS Solo, diwarnai dengan pembentangan poster bertuliskan #SaveWadas, Rabu (15/6/2022).
Mahasiswa UNS yang membentangkan poster tersebut menilai, permasalahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah masih belum selesai.
Sehingga mahasiswa menyampaikan aspirasinya kepada Ganjar saat berkunjung ke Solo.
Baca juga: Cerita Ganjar Pranowo Bertakziah ke Rumah Ridwan Kamil, Sebut Ada Sesuatu di Wajah Gubernur Jabar
Baca juga: Ganjar Pranowo Ungkap Hubungannya dengan Megawati : Saya Dijewer Sering, Waktu Itu Dimarahin
Menurut salah satu mahasiswa yang membentangkan poster, Adestra mengatakan, dirinya dan sejumlah temannya sudah berkunjung ke Wadas pada Februari 2022 lalu.
Berita soal Wadas juga selalu dia update dari relawan yang ada disana.
"Kita ngobrol dengan petani. Dan waktu itu masih terjadi konflik, dan sekarang pemberitaan masih demikian, kita update dari teman-teman disana," kata dia.
"Kita ada kesempatan ketemu pak Ganjar, kita sampaikan langsung, bahwa ini belum selesai dan harus diperjuangkan," tambahnya.
Dia menilai, di Wadas masyarakat terpecah menjadi dua kelompok, yakni yang pro pertambangan, dan yang kontra.
Dari masyarakat yang kontra, dia mencatat ada beberapa poin yang harus diperjuangkan.
Baca juga: Simulasi Hasil Survei Poltracking : Ganjar Pranowo Capres Terkuat, Kalahkan Prabowo dan Anies
Baca juga: Bertemu Ganjar Pranowo, Warga Desa Wadas Curhat: Sekarang Tiap Lihat Pria Asing Baju Hitam Trauma
"Dari masyarakat tidak ingin Wadas dialihfungsikan menjadi tambang, dan tidak ingin ada refleksitas aparat, yang waktu itu cukup klimaks," ujarnya.
"Dari masyarakat akan selalu mempertahankan tanah leluhurnya, karena menjadi mata pencaharian," ucapnya.
"Wadas ini tanah yang subur, saat kita kesana benar-benar asri, rindang, dan sangat disayangkan kalau jadi tanah pertambangan," tambahnya.
Sehingga pemerintah harus mengakomodir masyarakat yang tak setuju tanahnya dijual untuk dijadikan tambang.
Adestra menuturkan, dia di Wadas selama 2 hari 1 malam.
Selama disana, dia ikut menjaga posko di pintu masuk Desa.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-Wadas.jpg)