Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Sragen Terbaru

Sudah Musim Kemarau, Kenapa Sragen Masih Sering Hujan? Ternyata Ini Penyebabnya 

Meski sudah memasuki musim kemarau, Kabupaten Sragen beberapa hari terakhir masih diguyur hujan. Hujan biasa turun saat siang hari.

TribunSolo.com/Septiana Ayu Lestari
Suasana hujan turun saat siang hari di lingkungan Kantor Bupati Sragen. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Meski sudah memasuki musim kemarau, Kabupaten Sragen beberapa hari terakhir masih diguyur hujan.

Hujan biasa turun saat siang hari atau ketika malam hari dengan intensitas ringan hingga lebat. 

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Agus Cahyono mengatakan, fenomena alam tersebut karena kemarau di Kabupaten Sragen termasuk kemarau basah.

Baca juga: Fenomena Makam Aneh di Wonogiri: Hanya Bisa Dilihat Saat Musim Kemarau Saja, Sebagian Masih Utuh

Baca juga: Terminal Klaten Kayak Suasana di Jepang, Ada Bunga yang Mirip Sakura: Berjatuhan Saat Puncak Kemarau

"Sering hujan karena masih kemarau basah, sesuai prakiraan BMKG sampai awal Agustus masih ada hujan," ujarnya saat dihubungi TribunSolo.com, Rabu (15/6/2022). 

Agus menuturkan jika sebenarnya saat ini Sragen sudah memasuki musim kemarau.

Curah hujan yang turun di wilayah Sragen masih fluktuatif dari intensitas ringan, sedang, hingga lebat. 

Agus menambahkan potensi bencana alam yang terjadi ditengah musim kemarau basah adalah bencana angin ribut.

Baca juga: Musim Kemarau, Ratusan Rumah Tangga Desa Guno Jatiroto Wonogiri Kesulitan Air Bersih

"Potensi bencana yang bisa terjadi adalah angin, karena dari panas ke hujan potensi bencananya lebih ke angin, karena perbedaan tekanan dan suhu," terangnya. 

Meski begitu, beberapa waktu terakhir belum ada laporan kejadian angin ribut yang diterima oleh BPBD Kabupaten Sragen

Meski termasuk kemarau basah, BPBD Kabupaten Sragen tetap mewaspadai adanya potensi bencana kekeringan.

"Mungkin tetap ada (bencana kekeringan), tapi tetap diantisipasi anggaran dropping air juga masih tersedia," jelasnya.

Baca juga: Dampak Kemarau Mulai Terasa di Sukoharjo, 2 Dukuh Krisis Air Bersih 

Di tengah cuaca yang tidak menentu kali ini, warga Sragen diminta untuk tetap waspada dan siap siaga setiap bencana alam yang bisa datang kapan saja. 

Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu berkoordinasi dengan BPBD apabila terjadi bencana. 

"Masyarakat untuk waspada dan siap siaga, serta koordinasi bila ada laporan kejadian (bencana alam)," imbaunya. (*) 

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved