Berita Wonogiri Terbaru
Fenomena Makam Aneh di Wonogiri: Hanya Bisa Dilihat Saat Musim Kemarau Saja, Sebagian Masih Utuh
Puluhan makam kuno yang tersebar di wilayah Kecamatan Wuryantoro, Baturetno hingga Nguntoronadi ini hanya bisa dilihat saat Musim kemarau
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Tri Widodo
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Puluhan makam kuno yang tersebar di wilayah Kecamatan Wuryantoro, Baturetno hingga Nguntoronadi ini benar-benar aneh.
Bagaiamana tidak, jika biasanya makam bisa terlihat kapanpun, namun makam tersebut hanya bisa dilihat pada saat musim kemarau saja.
Baca juga: Awal Pekan Depan, Sekolah di Wonogiri Sudah Boleh PTM: Secara Terbatas dan Wajib Prokes
Baca juga: Kehebatan Waduk Pidekso Wonogiri: Bendungan dari Urukan Batu, Tahan Gempa Hingga 50 Tahun
Puluhan makam itu berada ada di bekas kawasan pemukiman yang tenggelam saat pembangunan Waduk Gajah Mungkur.
Seiring menyusutnya volume air di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri saat kemarau, makam-makam kuno itu baru menampakkan wujudnya.
Makam itu tersebar di di beberapa titik mulai dari Kecamatan Wuryantoro, Baturetno hingga Nguntoronadi.
Jika dihitung, jumlah makam kuno yang nampak saat air waduk Gajah Mungkur ini susut mencapai puluhan.
Dari makam-makam kuno yang ada itu, beberapa makam terlihat masih utuh dan banyak yang sudah rusak akibat terkikis air.
Sumarno, salah satu petani, mengatakan jika keberadaan makam ini hanya bisa dilihat saat musim kemaru saja.
Makam itu termasuk daerah terendam air.
"Kalau makam tersebut makam siapa saya tidak tahu, memang katanya dari dulu sudah ada disana," ungkapnya.
Tak hanya bisa melihat puluhan makam yang nampak saja.
Surutnya air Waduk Gajah Mungkur juga dapat memperlihatkan jembatan, jalan dan bekas perkampungan lainnya.
Sisa-sisa peninggalan kawasan pemukiman ini menjadi saksi bisu pembangunan Waduk Gajah Mungkur ini yang telah menenggelamkan beberapa pemukiman warga.
Tempat Nongkrong