Berita Daerah
Bingungnya Asep, Lapor Polisi karena Motornya Hilang, Malah Disuruh Tiup Lilin Ultah di Mapolsek
Kapolsek Cileungsi Kompol Andry Fran Ferdyawan menyebut jika aksi kejutan tersebut merupakan spontanitas.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ini menimpa Yulio Permana Putra (25) pemilik dealer motor bekas Black Motor di Jalan Raya Klaten - Jatinom, Dukuh Surobayan, Desa Jambeyan, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten.
Tak tanggung-tanggung, motor yang digondol calon pembeli yakni Kawasaki KLX bernomor polisi AD-5782-CSC yang dibanderol dengan harga Rp 27 juta.
Lantas, bagaimana ceritanya motor bisa dibawa kabur?
Leo sapaan akrab Yulio Permana Putra menerangkan, saat itu tepatnya Jumat (15/4/2022) sekitar pukul 13.00 WIB ada seorang yang datang bersama orang lain menggunakan mobil.
Di mana saat itu di dealer sedang ramai pembeli.
Leo tengah melayani pembeli lain sedangkan pelaku dilayani oleh temannya di dealer.
"Jadi ada 2 orang datang menggunakan mobil toyota starlet, pelaku langsung nanya harga motor," ungkap Leo kepada TribunSolo.com, Sabtu (16/4/2022).
Menurut Leo, usai melihat motor, pelaku meminta untuk test drive.
Baca juga: Nasib Pilu 2 Pria di Jember, Diamuk Massa Usai Dituduh Maling Motor, Faktanya Salah Sasaran
Baca juga: Sedihnya Janda di Klaten Ini, Hanya Bisa Lihat Orang Lain Terima BLT, Padahal Dia Hidup Kekurangan
"Selang 3 sampai 5 menit setelah pelaku pergi meninggalkan dealer, orang yang saya sangka temannya pelaku yang duduk di kursi bilang, kok tes drive-nya lama mending disusul," ujar dia.
Merasa janggal dengan permintaan sopir tersebut, lalu Leo menanyakan beberapa hal kepada sopir itu.
Setelah diselidiki ternyata pelaku hanya menyewa mobil sekaligus sopir untuk mengantarkannya berkeliling mencari motor incarannya.
Sehari hari sopir tersebut memang menyediakan jasa untuk mengantarkan orang menggunakan mobilnya.
"Kata sopirnya, kalau dia mengenal pelaku saat mobilnya dicarter dari Manisrenggo untuk mengantarkannya membeli motor," terangnya.
"Lantaran jarak penjemputan yang terlalu jauh, dirinya melakukan negoisasi akhirnya sepakat kalau titik penjemputan di depan SMA 1 Prambanan," ungkapnya.
"Saat dijemput pelaku ini diantarkan seseorang menggunakan sepeda motor untuk sampai di SMA 1 Prambanan," imbuhnya.
(*)