Berita Wonogiri Terbaru
Hujan Diprediksi Guyur Wonogiri Hingga Agustus, BPBD Imbau Warga Waspada Bencana Hidrometeorologi
Meski telah memasuki awal musim kemarau, hujan diprediksi masih akan mengguyur wilayah Wonogiri hingga beberapa waktu kedepan.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Meski telah memasuki awal musim kemarau, hujan diprediksi masih akan mengguyur wilayah Wonogiri hingga beberapa waktu kedepan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan setidaknya hingga Agustus nanti hujan masih akan mengguyur Wonogiri.
"Informasi dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) seperti itu. Memang nanti prediksinya juga Agustus masih ada hujan. Tapi kita lihat nanti akan seperti apa," Kata dia, kepada TribunSolo.com, Jumat (17/6/2022).
Baca juga: Mendekati Keberangkatan, JCH Wonogiri Diimbau Batasi Pertemuan: Penularan Covid-19 Mengintai
Baca juga: Kesaksian Warga Soal Keberadaan Khilafatul Muslimin di Wonogiri: Tertutup, Ditolak Masyarakat
Bambang menjelaskan, berdasarkan prakiraan hujan bulanan di Wonogiri, pada bulan Juni ini sifat hujan normal di sebagian besar wilayah.
Adapun curah hujan bisa mencapai 51-100 mm.
Sementara itu, pada bulan Juli mendatang, sifat hujan di sebagian besar wilayah di atas normal, dengan curah hujan di seluruh wilayah Wonogiri ditaksir mencapai 21-50 mm.
Kemudian di bulan Agustus nanti, sifat hujan diprediksi diatas normal dengan curah hujan 21-50 mm di seluruh wilayah.
Atas kondisi itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Awal Mula Organisasi Khilafatul Muslimin Berdiri di Wonogiri: Sempat Gelar Pengajian & Undang Warga
Baca juga: Kisah Kampung Jagal di Wonogiri : Mayoritas Warga Bisa Sembelih Sapi, 20 Ekor Bisa Ditangani 6 Orang
Seperti angin kencang, banjir, tanah longsor hingga sambaran petir.
"Terakhir, kami dapat laporan terjadi luapan air. Laporan yang kami dapat luapan air ke pekarangan tapi tidak sampai masuk rumah," jelasnya.
Dia menuturkan, peristiwa luapan air itu terjadi pada Jumat (10/6/2022) lalu di wilayah Kelurahan Wonokarto dan Desa Singodutan.
Selain itu, juga terjadi pohon tumbang.
"Ada sejumlah kejadian yang dilaporkan kepada kami, dan terakhir laporan yang masuk itu," ungkapnya.
"Kami harapkan masyarakat selalu waspada dengan potensi terjadinya bencana, khususnya bencana hidrometeorologi saat ini," tandas dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Ilustrasi-bencana-hidrometeorologi.jpg)