Klaten Bersinar
Selamat Datang diĀ KlatenĀ Bersinar

Berita Klaten Terbaru

Asa Penjual Hewan Kurban di Klaten : Pasar Ditutup kerena Wabah PMK, Buka Lapak di Tanah Kosong

Puluhan belantik yang biasa berjualan kambing di Pasar Plembon, Kecamatan Klaten Utara memilih berjualan di pinggir jalan karena pasar ditutup.

Penulis: Ibnu DT | Editor: Asep Abdullah Rowi
TribunSolo.com/Ibnu DT
Belantik dan peternak membuka lapak baru di lahan kosong milik warga yang berjarak hanya sekitar ratusan meter dari Pasar Plembon, Kecamatan Klaten Utara. Mereka berjualan karena pasar ditutup akibat PMK. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Biasanya jelang Idul Adha menjadi momen yang ditunggu karena bisa mengeruk uang dari penjualan hewan kurban.

Tapi itu harapan yang seakan sulit terwujud sepenuhnya, mengingat pasar hewan sapi dan kambing ditutup sejak berminggu-mingg lalu.

Tak seakan tak menyurutkan langkah puluhan belantik atau penjual yang biasa berjualan kambing misalnya di Pasar Plembon, Kecamatan Klaten Utara tetap.

Para blantik tersebut memilih menggelar lapaknya di lahan kosong milik warga yang berjarak hanya sekitar ratusan meter dari Pasar Plembon.

Dari pantauan TribunSolo.com, puluhan pedagang menjajakan kambing dagangannya di lahan kosong kurang lebih seluar 10 x 15 meter persegi.

Tidak hanya kambing yang siap untuk dijadikan hewan qurban namun anakan kambing juga terlihat dijual dilokasi tersebut.

"Alhamdulilah masih ada orang yang mau memberikan tempat untuk jualan," ungkap Koordinator Paguyuban Pedagang Kambing Sedulur Sak Lawase, Trimo Mulyo (60), Jumat (24/6/2022).

"Ini punya perorangan yang saya sendiri tidak tahu punya siapa, tapi karena semua (jualan) di sini saya ya ikut saja. Yang mendahului jualan disini saya juga enggak tahu," tambahnya.

Meski sudah memiliki lahan darurat untuk berjualan, belum semua pedagang Pasar Plembon mau berjualan di tempat itu.

Baca juga: Kata Ganjar Pranowo soal Pertemuannya dengan AHY Menjadi Viral Usai Jumatan di Jakarta

Baca juga: Update Vaksin PMK Sragen : Kuota 1.000 Dosis, Disuntikkan ke Sapi yang Tesebar di 10 Desa Zona Hijau

"Ya yang di sini cuma sebagian sekitar 50 persen jualan (kambing), sedangkan yang lain ada memilih libur, jualan di rumah atau pasar lain," jelasnya.

"Kalau di sini semua pedagang lama, tidak ada pedagang baru, selain itu bakul (pedagang) dari Prambanan juga belum masuk ke sini, karena (mungkin) di sini pasar darurat," jelasnya Trimo.

Salah satu alasan mengapa para pedagang tetap berjualan dengan menggelar lapak secara bersama-sama, salah satunya lantaran belum ada kasus pada kambing yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Sampai saat ini saya belum mendengar kambing (di Klaten) kena PMK, tapi kemarin saya dapat share kalau diluar Klaten itu ditemukan sekitar 50 kambing dibuang di sungai," ungkapnya.

Dirinya menegaskan jika hal tersebut dilakukan semata-mata agar tetap bisa bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan keluarganya.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved