Berita Solo Terbaru
Puluhan SD di Kota Solo Kekurangan Siswa Baru, Solusi dari Gibran : Nanti Kita Regrouping Saja
Tercatat ada 22 SD di Kota Solo yang menerima siswa baru kurang dari 10 anak. Menanggapi itu Walikota Solo Gibran mengatakan akan melakukan regrouping
Penulis: Tara Wahyu Nor Vitriani | Editor: Vincentius Jyestha Candraditya
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tara Wahyu NV
TRINUNSOLO.COM, SOLO - Puluhan Sekolah Dasar (SD) di Kota Solo masih banyak yang kekurangan siswa didik baru.
Bahkan, jumlah peserta yang mendaftar jauh dari harapan. Tercatat ada 22 SD di Solo yang menerima siswa baru kurang dari 10 anak.
Salah satunya SDN Sriwedari 197 yang hanya mendapatkan satu siswa baru dari target 28 siswa.
Baca juga: Daftar 22 SD Negeri di Solo yang Menerima Siswa Kurang dari 10 Anak, Pendaftaran PPDB Telah Ditutup
Baca juga: Nasib Tak Beruntung SDN Sriwedari 197 Solo : Hanya Miliki 1 Siswa, Padahal Berdiri 37 Tahun Silam
Mengetahui hal itu, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengungkapkan akan melakukan regrouping untuk beberapa sekolah yang kedapatan kekurangan siswa baru.
"Ya nanti kita regrouping saja, nanti kita carikan solusinya," kata Gibran, Jumat (1/7/2022).
Hingga saat ini, Gibran masih menunggu laporan dari Dinas Pendidikan.
Namun dia memastikan akan memberikan solusi untuk sekolah yang kekurangan siswa.
"Nanti coba saya lihat SD mana saja, ada satu murid tok di SDN Sriwedari 197, nanti kami carikan solusi ya," ungkapnya.
Hanya Ada Satu Siswa
Adakah di sini lulusan dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sriwedari 197?
Ya, di tengah penutupan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Solo 2022, menerima kabar tak sedap.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Solo Raya Hari Ini Jumat 1 Juli 2022 : Berawan Siang Hari, Ada Potensi Hujan Ringan
Baca juga: Kuota Pendaftaran Siswa Baru SMA Kristen 1 Surakarta Ada 100 Kursi, Saat Ini Baru Terisi Separuhnya
SDN yang berada di Jalan Kebangkitan Nasional No 23, Sriwedari, Kecamatan Laweyan, benar-benar kekurangan murid.
Bagiamana tidak, SDN yang terdaftar di https://dapo.kemdikbud.go.id/ itu baru memiliki siswa tahun ajaran 2022/2023 satu orang.
Padahal SD tersebut bukan baru, tetapi didirikan 1985 dan resmi mendapatkan SK operasional pada 2002 lalu.