Virus Corona

Varian Anyar Covid-29 BA.75 Muncul di India, Pakar Epidemiologi Minta Masyarakat Indonesia Waspada

Menurut Dicky  Budiman, varian Covid-19 BA.75 ini masih sedang dalam proses pengumpulan data. Masyarakat diimbau tidak lengah.

Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Kini Sub Varian BA.75 muncul di India. 

TRIBUNSOLO.COM - Pakar Epidemiologi Griffith University Dicky Budiman memberikan informasi terbaru terkait sub varian BA.75.

Menurut Dicky  Budiman, varian Covid-19 BA.75 ini masih sedang dalam proses pengumpulan data.

Varian Covid-19 terbaru itu, sampai kini masih harus terus diamati karena belum solid betul. 

Baca juga: Covid-19 di Singapura Juga Alami Kenaikan, Kasus Harian Tembus 12.000

Meski demikian, laporan awal memperlihatkan kemampuan sub varian BA.75 ini dalam menginfeksi atau kecepatan pertumbuhan kasus tidak kalah dengan BA.4 dan BA.5.

"Artinya hal ini tentu menjadi perlu diwaspadai. Terutama kalau saya melihat ini lahir dari India. Kalau kita tahu, varian yang lahir di sub varian India biasanya punya potensi cukup serius," ungkapnya pada Tribunnews, Minggu (10/7/2022). 

Dicky juga mengaskan masyarakat Indonesia wajib berhati-hati terhadap kemunculan varian BA.75 ini. 

Pasalnya, sekarang sub varian BA.4 dan BA.5, juga mengalami peningkatan.

Respons yang mesti dilakukan adalah PPKM kembali diperkuat.

Baca juga: Kasus Covid-19 Naik Lagi, Sejumlah Wilayah Diterapkan PPKM Level 2: WFO Dibatasi 75 Persen

Menurutnya, PPKM tidak perlu langsung diterapkan pada level tiga atau empat.

Tetapi yang utama adalah pelaksanaanya harus lebih disiplin dan ketat. 

"Jadi lebih diawasi ketat, diperkuat lagi literasi, kedisplinan, masker dan sebagainya. Ini yang harus kita terus jaga sebetulnya," tegas Dicky.

Sebab menjaga aspek pemulihan, kata Dicky tidak akan terganggu.

Baik itu aktivitas sosial mau pun ekonomi.

Di sisi lain, dengan adanya pengetatan dari regulasi, misalnya PPKM tadi, dapat mengantisipasi terjadi gelombang atau datangnya sub varian lain.

Selain Covid-19, beberapa mitigasi yang dilakukan dapat mencegah wabah lain seperti Monkeypox, difteri dan saluran nafas lainnya.

"Tentu ketika kita lakukan upaya pencegahan ini, akan menguntungkan menjaga kesehatan kita, atau meminimalisir terinfeksi penyakit dari udara," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved