Berita Wonogiri Terbaru
79 GTT Calon PPPK di Wonogiri Dapat Penempatan di Luar Daerah, Bisa Pindah Namun Ada Syaratnya
Ada 79 guru tidak tetap calon PPPK di Wonogiri yang mendapatkan penempatan di luar wilayah Wonogiri. Mereka mendapatkan formasi di sekolah luar.
Penulis: Erlangga Bima Sakti | Editor: Ryantono Puji Santoso
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Erlangga Bima Sakti
TRIBUNSOLO.COM, WONOGIRI - Setidaknya sebanyak 79 guru tidak tetap (GTT) SD SMP calon PPPK di Wonogiri mendapat penempatan di luar Wonogiri.
Hal tersebut dikarenakan puluhan guru tersebut tidak masuk dalam formasi yang tersedia di Wonogiri sehingga mendapat formasi diluar daerah.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan 79 guru itu merupakan bagian dari 621 GTT yang beberapa waktu lalu diusulkan pihaknya untuk menjadi PPPK.
Meskipun mereka dinyatakan lolos seleksi PPPK, namun mereka mendapatkan formasi di sekolah bukan di wilayah Wonogiri.
"Jadi atas penempatan 79 ASN PPPK kita di luar Wonogiri, kemarin kita berkonsultasi kepada Kemenpan RB ada dua instrumen yang harus dipenuhi. Prinsipnya bisa ditempatkan di Wonogiri," kata dia, kepada TribunSolo.com, Senin (25/7/2022).
Baca juga: Full Senyum, Ribuan Guru PPPK di Wonogiri Sudah Terima SK: Gaji Juli Dirapel pada Agustus 2022
Persyaratan itu diantaranya adalah yang bersangkutan (calon PPPK) harus keluar dari Dapodik sekolah inti dan adanya re-formasi.
Bupati menerangkan, re-formasi yang dimaksud adalah calon PPPK guru bahasa inggris, bisa beralih ke guru prakarya maupun guru yang lain.
Selain itu, kata Bupati, yang bersangkutan harus keluar dari Dapodik sekolah inti untuk mendapatkan Dapodik baru.
"Dan itu kami usulkan, biar formasi kami terpenuhi," kata Bupati yang akrab disapa Jekek itu.
Jekek menuturkan, status dari ke 79 GTT itu nantinya tetap PPPK. Namun, tidak jadi ditempatkan di luar daerah, contohnya Banten, Maluku maupun ke Brebes.
Konsekuensinya, calon PPPK itu tidak bisa mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikan. Bisa saja, lulusan guru bahasa inggris, menjadi guru SD.
“Nanti bisa menyesuaikan, kalau kualifikasi guru bahasa inggris, terus menjadi guru SD, ya ora masalah. Pasti mampu. Yang terpenting adalah aspek keadilannya. Mereka sudah mengabdi puluhan tahun di wilayahnya. Sudah mencerdaskan anak bangsa kita, maka apresiasi harus diperjuangkan,” terang Jekek.
Salah seorang calon PPPK, Susana mengaku kaget saat mengetahui dirinya tidak ditempatkan di sekolahnya mengajar saat ini yakni SMP Negeri 3 Bulukerto.
Susana mengaku justru dia ditempatkan di SMPN 3 Cempaga Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sangat jauh dari Wonogiri.
“Awalnya ketika saya masuk dalam 621 GTT yang diusulkan menjadi PPPK, saya sudah syukuran. Ternyata begitu pengumuman, saya dilempar ke Kotawaringin. Kalau dilempar ke sana saya mundur. Mungkin karir saya di dunia pendidikan cukup segini,” jelas dia. (*)