Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Berita Daerah

Kisah Tragis di Balik Penemuan Jasad Korban Mutilasi di Ungaran Timur: Pelaku Mantan Pacar Korban

Terkuak, jasad mutilasi tersebut adalah wanita asal Tegal, Jawa Tengah bernama Kholidatunni'mah.

Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
TRIBUNBALI.COM
Ilustrasi mutilasi. 

TRIBUNSOLO.COM - Warga Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, digegerkan dengan temuan dua potongan tangan manusia korban mutilasi di semak-semak yang berlokasi di dekat jembatan Desa Kalongan, Minggu (24/7/2022).

Terkuak, jasad mutilasi tersebut adalah wanita asal Tegal, Jawa Tengah bernama Kholidatunni'mah.

Ia dibunuh oleh mantan pacarnya sendiri yang diketahui bernama Imam Sobari.

Baca juga: Bharada E Akhirnya Muncul ke Publik Dikawal Petugas, Penuhi Panggilan Pemeriksaan Komnas HAM

Ada kisah panjang di balik pembunuhan Kholidatunni'mah yang dilakukan oleh Sobari ini.

Ternyata mendiang Kholidatun memiliki anak di luar nikah dengan Sobari.

Namun pelaku menolak saat diminta bertanggung jawab begitu pula dengan keluarganya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ayah kandung Kholidatunni'mah, Aswirto saat ditemui awak media.

Baca juga: Jeje Slebew Kini Minta Maaf Setelah Video Dirinya Ngamuk Nanti Foto Tapi Minggir Dulu! Viral

Sambil menahan tangis dan berusaha untuk tegar, ayah korban mutilasi di Ungaran, Aswirto, meminta kepada rekan media untuk membantu mengawal kasus yang menimpa putri tercintanya. 

Hal ini disampaikan ayah korban, saat rekan media berkunjung ke rumah duka sekaligus mengucapkan rasa bela sungkawa atas peristiwa naas yang merenggut nyawa sang anak, Selasa (26/7/2022).

Diketahui korban mutilasi yang potongan tubuhnya ditemukan di beberapa lokasi di daerah Ungaran, bernama Kholidatunn'imah, warga Desa Cibunar, RT 01/RW 02, kelurahan Cibunar, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal

Sedangkan pelaku mutilasi bernama Imam Sobari, dan masih tinggal di desa yang sama dengan korban yaitu Desa Cibunar, RT 02/RW 02, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

"Saya meminta kepada rekan media semuanya, untuk mohon kawal terus kasus yang menimpa anak saya,"

"Pantau terus sampai kami pihak keluarga yang kehilangan bisa mendapat keadilan,"

"Kawal sampai akhir, sampai pelaku mendapat hukuman setimpal, sesuai harapan kami dihukum mati," tutur Aswirto, sambil menahan tangis, pada Tribunjateng.com, Selasa (26/7/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved