Berita Daerah
Kisah Tragis di Balik Penemuan Jasad Korban Mutilasi di Ungaran Timur: Pelaku Mantan Pacar Korban
Terkuak, jasad mutilasi tersebut adalah wanita asal Tegal, Jawa Tengah bernama Kholidatunni'mah.
Penulis: Tribun Network | Editor: Rifatun Nadhiroh
Bahkan sampai enam kali keluarga korban meminta pertanggungjawaban, tetap tidak direspon sampai akhirnya mengambil jalur hukum dengan melapor ke polisi.
Sampai akhirnya pelaku mendapat ancaman hukuman selama 10 tahun penjara, tapi karena dapat potongan masa tahanan akhirnya pelaku dipenjara selama enam tahun.
Dikatakan, pelaku dipenjara sekitar tahun 2013 kemudian keluar penjara belum lama ini atau saat lebaran Idul Fitri kemarin.
"Kalau menurut saya dan sesuai informasi yang didapat juga, jadi pelaku menemui anak saya karena ingin mengajak menikah.Padahal posisi anak saya sudah menikah,"
"Kemungkinan pelaku ini memaksa, tapi anak saya tidak mau, akhirnya terjadilah seperti itu. Tapi ya tetap ada unsur dendam kalau menurut saya. Statusnya pelaku ini mantan pacar anak saya," ujarnya.
Sementara untuk suami korban, dikatakan Aswirto saat ini sedang bekerja pelayaran di Taiwan.
Mengingat lokasi berada di laut, maka pihak keluarga belum bisa memberitahu sang suami mengenai apa yang menimpa korban sampai saat ini.
Adapun korban dan suami sudah menikah sejak dua tahun lalu, tapi belum memiliki anak.
Sehingga saat ini, korban memiliki satu anak dari hasil hubungannya di masa lalu dengan pelaku.
Anak korban berusia enam tahun, berjenis kelamin laki-laki, dan untuk keamanan sekarang ini posisi sang anak sementara dititipkan di rumah saudara yang lain.
Baca juga: Setelah Ivan Gunawan, Astrid Tiar Sang Host Juga Sampaikan Permintaan Maaf untuk Keisya Levronka
"Saya tidak habis pikir kenapa pelaku bisa setega itu, padahal dia juga ada anak yang masih kecil. Padahal sejak dulu saat anak saya hamil, melahirkan, semuanya saya yang urus dan membantu. Makannya ini kok tega berbuat keji seperti itu sampai anak saya kehilangan nyawa dengan cara sadis," pungkasnya.
Adapun jenazah korban mutilasi yang menurut kabar akan diantar ke rumah duka dari Semarang hari ini, sampai pukul 14.00 WIB belum sampai di rumah.
Keluarga, tetangga, dan beberapa personel dari Polsek Balapulang, Polres Tegal, perangkat desa setempat juga masih menunggu di area rumah duka. (*)
(Tribun Jateng/Desta Leila Kartika)